Rabu 23 Dec 2020 22:33 WIB

Kepala BPH Migas Awasi Pendistribusian BBM Jelang Nataru

Kepala BPH Migas jelaskan di 2020 fokus lembaganya kepada penyediaan BBM

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Senin (20/12). Hal tersebut dilakukan menyusul peringatan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang akan berlangsung di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pada momentum tersebut diprediksi akan menyebabkan mobilisasi masyarakat yang tinggi untuk berlibur.
Foto: BPH Migas
Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Senin (20/12). Hal tersebut dilakukan menyusul peringatan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang akan berlangsung di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pada momentum tersebut diprediksi akan menyebabkan mobilisasi masyarakat yang tinggi untuk berlibur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Senin (20/12). Hal tersebut dilakukan menyusul peringatan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang akan berlangsung di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pada momentum tersebut diprediksi akan menyebabkan mobilisasi masyarakat yang tinggi untuk berlibur.

“Tahun-tahun sebelumnya kami merupakan koordinator Posko Satgas Natal dan Tahun Baru untuk penyediaan energi dari berbagai sektor seperti gas, listrik dan geologi, namun untuk tahun ini fokus kami adalah ke penyediaan BBM,” ujar Kepala BPH Migas yang akrab disapa Ifan.

Hal itu menurut Ifan, merupakan tugas BPH Migas selaku koordinator dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada kesempatan tersebut, Ifan juga mengungkapkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah yang menjadi pusat perhatian, dikarenakan merupakan lintasan penghubung daerah barat hingga timur di pulau Jawa.

Kepada Pertamina, Ifan memberikan beberapa arahan, salah satunya adalah terkait protokol yang harus diterapkan di fasilitas Pertamina pada masa libur Natal dan Tahun Baru. “Masyarakat harus terus diimbau dan diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Selain itu Ifan juga membahas terkait pencatatan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) yaitu produk Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) produk Premium yang terintegrasi dengan digitalisasi (IT Nozzle). “Untuk pencatatan produk JBT Solar ada peningkatan, namun untuk produk JBKP Premium harus ditingkatkan lagi karena belum setinggi pencatatan JBT,” imbuh Ifan.

photo
Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Senin (20/12). - (BPH Migas)

Dirinya juga berpesan agar Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah dapat berkomitmen untuk menuntaskan progress pelaksanaan IT Nozzle. Meskipun pencapaian Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah nomor 2 tertinggi dengan progres 93 persen setelah MOR III 95 persen. 

Selain itu untuk produk Solar pencatatannya 86 persen, tertinggi jika dibandingkan rata-rata nasional 70 persen. Untuk Premium 33 persen tertinggi nasional dengan rata-rata nasional 10 persen. "Namun demikian agar terus ditingkatkan, karena sesungguhnya komitmen Pertamina tuntas akhir tahun ini. Juga penting saat ini ketersediaan BBM aman untuk Natal dan Tahun Baru," ujar Ifan.

Ifan juga menyinggung terkait pengembangan Pertashop, untuk dimungkinkan penggunaan dana CSR sebagai bentuk ikhtiar percepatan pembangunan Pertashop.

Hadir pada kesempatan yang sama tim BPH Migas lainnya, yaitu Koordinator Sub Direktorat Pengawasan BBM BPH Migas, Idham Baridwan berpesan agar pelaksanaan Program Langit Biru, di mana produk Pertalite diberlakukan harga khusus seharga Premium di beberapa daerah tidak memepengaruhi ketersediaan stok Premium di masa Naru. “Selain itu pencatatan administrasinya juga harus baik mengingat perbedaan kategori kedua bahan bakar ini,” ujar Idham.

Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna menjelaskan Pertamina sudah melakukan antisipasi adanya lonjakan konsumsi BBM dan LPG pada masa Naru dengan membentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) yang aktif sejak 7 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021. “Seminggu terakhir tercatat adanya peningkatan konsumsi BBM di SPBU tol Trans Jawa hingga 50% dari kondisi normal. Pelaksanaan Satgas ini juga menjadi perhatian Pertamina, yang ditandai dengan kunjungan Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, bapak Jumali yang sudah meninjau langsung pelaksanaan Satgas Nataru pada minggu lalu,” ungkap Sylvia.

Dalam rapat tersebut, Sylvia juga menanggapi arahan dari BPH Migas terkait progres pelaksanaan IT Nozzle di tempatnya. “Saat ini kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi terkait pengembangan sistem agar data penyalurannya semakin akurat, mengingat ada beberapa hal yang masih menjadi kendala seperti pencatatan multidispenser, dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Region Manager Retail Sales Pertamina Jawa Bagian Tengah, Aji Anom Purwasakti memaparkan prediksi peningkatan konsumsi BBM di masa Satgas Nataru 2020-2021 dibandingkan kondisi normal. “Secara rata-rata, untuk produk gasoline, diperkirakan terjadi peningkatan 8 persen dari kondisi normal. Di mana Premium turun 2 persen, Pertalite dan Pertamax naik 3 persen, sementara untuk Pertamax Turbo naik 26 persen. Untuk jenis gasoil diperkirakan turun 10 persen, yaitu Solar turun 12 persen, namun Dexlite dan Pertamina Dex naik masing-masing 20 persen dan 34 persen. Sementara untuk LPG akan ada peningkatan 10 persen, dan Avtur 10 persen,” kata Aji. 

”Kami juga menyediakan layanan pengisian BBM di rest area tol Trans Jawa yang belum memiliki SPBU regular melalui penyediaan 8 SPBU modular dan Pertashop. Sebagai antisipasi kondisi darurat, kami juga menyediakan layanan motoris dan juga mobil siaga untuk melayani konsumen yang kehabisan BBM di jalan tol, yang menghubungi Pertamina Call Center 135,” lanjut Aji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement