Rabu 16 Dec 2020 14:23 WIB

Kenaikan Harga Telur Ayam Bakal Berlanjut Hingga 2021

Selain telur ayam, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja memanen telur ayam di Wonokoyo, Malang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Harga telur ayam terus bergerak naik menjelang akhir tahun.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Pekerja memanen telur ayam di Wonokoyo, Malang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Harga telur ayam terus bergerak naik menjelang akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga telur dan daging ayam ras terus mengalami kenaikan hingga pekan ini. Pergerakan harga dua komoditas pangan itu diproyeksikan terus meningkat hingga akhir Januari 2021 mendatang.

Kepala Bidang Harga Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi, mengatakan, kenaikan harga telur dan daging ayam ras tidak terlepas dari dampak pemangkasan produksi di tingkat produsen yang tengah dilakukan untuk menyelamatkan peternak.

Baca Juga

Di satu sisi, terdapat tren kenaikan permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru sekaligus adanya masa liburan sekolah. Dua situasi itu menjadi pemicu utama naiknya harga telur dan daging ayam ras di tingkat konsumen.

"Kecenderungannya memang akan naik sampai Januari terus Februari baru mulai turun," kata Inti kepada Republika.co.id, Rabu (16/12).

Inti mengatakan, pihaknya telah mengkonfirmasi prediksi tersebut langsung kepada peternak maupun produsen ayam dan telur. Situasi riil yang terdapat di hulu memang memungkinkan adanya kenaikan harga.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian tengah melakukan upaya pemangkasan produksi bibit ayam sebagai solusi atas jatuhnya harga ayam di tingkat peternak dalam dua tahun terakhir.

Di satu sisi, terdapat kenaikan harga pakan ternak unggas sehingga turut mengerek kenaikan biaya produksi. Bagi Kementan, kata dia, peternak untuk sementara waktu dipersilakan menikmati keuntungan dari adanya kenaikan harga imbas pemangkasan produksi.

"Kementan berpihak kepada peternak karena merugi cukup lama, biarlah mereka merasakan itu (keuntungan)," ujarnya.

Namun, di sisi lain, Inti menegaskan, pemerintah tidak akan berdiam diri ketika harga di tingkat konsumen meningkat. Setidaknya upaya yang dilakukan dengan menjaga kelancaran distribusi maupun subsidi biaya angkut agar fluktuasi kenaikan harga tidak tajam.

"Apa yang dilakukan pemerintah mungkin akan mendistribusikan komoditasnya atau lewat operasi pasar supaya konsumen tidak mendapat harga yang terlalu tinggi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement