Kamis 15 Oct 2020 18:26 WIB

OJK Catat 643.057 Pembukaan Rekening Baru

Realisasi yang melebihi target menunjukkan pemahaman masyarakat meningkat

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pembukaan rekening baru sebanyak 643.057 rekening pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pembukaan rekening baru sebanyak 643.057 rekening pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pembukaan rekening baru sebanyak 643.057 rekening pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020. Adapun realisasi ini melebihi target sebesar 500 ribu rekening baru.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan pembukaan rekening baru meliputi dari perbankan sebanyak 491.974, lembaga pembiayaan sebanyak 4.135, pasar modal sebanyak 114.750, asuransi sebanyak 9.907, dan fintech sebanyak 16.097.

Baca Juga

“Sesuai tujuan BIK 2020 untuk mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk atau layanan jasa keuangan,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (15/10).

Menurutnya realisasi yang melebihi target menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan mulai meningkat. Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan BIK 2020 untuk mendorong pemulihan ekonomi dan kinerja sektor keuangan yang sedang tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Kami melakukan berbagai macam seperti penyaluran pembiayaan kredit mikro kecil, pembukaan rekening baru dan sebagainya. Ini supaya kegiatan ekonomi bisa berjalan lagi,” ucapnya.

Selain itu, dia mengatakan BIK 2020 juga bertujuan untuk membuka akses keuangan kepada berbagai seluruh masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan berbagai infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah. Maka itu pihaknya terus memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, sehingga masyarakat terdorong membuka rekening.

“Sekaligus bantuan ekonomi bisa dinikmati oleh seluruh lapisan. Jangan hanya orang perkotaan atau orang sekolahan yang menikmati tapi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Ke depan pihaknya dan pemerintah mengkampanyekan budaya menabung melalui BIK 2020 agar masyarakat tersadar pentingnya dana cadangan maupun tabungan kondisi krisis seperti pandemi Covid-19.

"Ketika penghasilan kita terinterupsi atau terhambat, kita masih bisa menyambung hidup. Ini menyadarkan kita bahwa semua orang punya tabungan yang bisa digunakan pada saat-saat sangat diperlukan,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement