Rabu 07 Oct 2020 21:52 WIB

PTPN Berharap Gula Kemasan Golatta Bisa Diterima Pasar

Musim giling tahun ini, PTPN XIV memproduksi 1,5 juta kemasan gula konsumsi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Pekerja memuat tebu ke truk (ilustrasi). Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) berharap produk gula kemasan satu kg dari PTPN dapat diterima pasar.
Foto: ANTARA/Siswowidodo
Pekerja memuat tebu ke truk (ilustrasi). Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) berharap produk gula kemasan satu kg dari PTPN dapat diterima pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Direktur PTPN XIV Ryanto Wisnuardhy mengatakan, masa giling 2020 ini PTPN XIV memulai dengan kapasitas gula kemasan satu kg sekitar 1.500 ton atau 1,5 juta kemasan. Penjualan gula kemasan tersebut untuk memenuhi konsumsi pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kawasan Indonesia Tengah dan Timur, khususnya Provinsi Sulawesi Selatan.

Target penjualan tersebut sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari-hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru. PTPN XIV berharap produk gula kemasan satu kg dengan merek Golatta ini bisa bersaing dengan produk gula lainnya di tingkat nasional.

Baca Juga

"Kami harap produk ini tersedia di minimarket maupun supermarket terdekat," ungkap Ryanto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (7/10).

Selain acara peluncuran produk gula kemasan satu kg Golatta milik PTPN XIV, manajemen PTPN XIV, kata Ryanto, juga melaksanakan penandatangan MoU dengan beberapa koperasi dan UMKM. Pihak koperasi dan UMKM diwakili Ketua Asosiasi UMKM Provinsi Sulawesi Selatan. 

"Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan gula kemasan satu kg merek Golatta di pasaran dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat," kata Ryanto menambahkan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, PTPN Grup punya peran menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampai akhir tahun ini  PTPN II akan menghabiskan 140 ton untuk memproduksi gula kemasan satu kg.

"PTPN II optimistis gula kemasan dengan merek Walini akan diterima masyarakat sesuai HET Rp 12.500," kata Ghani.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement