Jumat 04 Sep 2020 16:47 WIB

AP II Sediakan Fasilitas Khusus Bagi Pekerja Migran

Fasilitas khusus disediakan di bandara yang jadi kantong keberangkatan pekerja migran

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) hari ini (4/9) menandatangani nota kesepahaman tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama tersebut terkait penyediaan fasilitas khusus di bandara bagi pekerja migran.
Foto: ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) hari ini (4/9) menandatangani nota kesepahaman tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama tersebut terkait penyediaan fasilitas khusus di bandara bagi pekerja migran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) hari ini (4/9) menandatangani nota kesepahaman tentang Pelayanan Keberangkatan dan Kepulangan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama tersebut terkait penyediaan fasilitas khusus di bandara bagi pekerja migran.

“Menindaklanjuti arahan presiden dan Menteri BUMN, ini merupakan inisiatif bersama AP II dan BP2MI untuk menyediakan pelayanan khusus di bandara bagi pekerja migran Indonesia,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/9).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pada dasarnya AP II sangat mendukung adanya fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia di bandara yang dikelola AP II. Awaluddin memastikan, fasilitas khusus tersebut akan disediakan khususnya di bandara yang menjadi kantong keberangkatan dan kepulangan pekerja migran seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa, sudah sepatutnya kami memberikan dukungan penuh di bandara bagi para pekerja migran,” tutur Awaluddin.

Dia menuturkan, fasilitas khusus tersebut direncanakan dalam rangka memberikan kelancaran kepulangan dan keberangkatan pekerja imigran. Begitu juga dengan fasilitas counter help desk untuk membantu penyediaan informasi bagi pekerja migran Indonesia.

Awaluddin mengatakan juga sudah membahas mengenai lounge bagi pekerja migran area terminal internasional. Begitu juga tempat pemasaran produk UMKM dari para pekerja migran serta promosi dan sosialisasi melalui media digital untuk program pelayanan dan perlindungan.

“Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder lain di bandara seperti Imigrasi, Balai Karantina dan Bea Cukai untuk menghadirkan fasilitas khusus tersebut,” jelas Awaluddin.

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pekerja migran Indonesia merupakan pahlawan yang telah menyumbangkan devisa dalam bentuk remittance hingga mencapai Rp 159 triliun pada 2019. Untuk itu menurut Benny sangat layak jika para pekerja migran Indonesia diperlakukan sebagai warga negara dengan layanan VIP.

“Layanan khusus ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang bersifat VIP,” ujar Benny.

Benny mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo Menteri BUMN Erick Thohir, dan AP II. Benny mengharapkan fasilitas khusus tersebut tidak hanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga bisa di kantong kantong keberangkatan dan kedatangan lainnya seperti di Bandara Kualanamu, Bandara Kertajati, dan bandara internasional lainnya.

Selain itu, Benny juga mengapresiasi AP II yang akan menyediakan area pameran atau pemasaran di area terminal penumpang bagi produk-produk hasil dari pekerja migran Indonesia. Sebab saat ini para pekerja migran juga sudah dapat membuka lapangan usaha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement