Selasa 01 Sep 2020 14:26 WIB

Garuda Indonesia Group Sudah Terbang ke China

Garuda Indonesia hanya terbang satu kali dalam sepekan ke China.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Semenjak pandemi Covid-19, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia tidak membuka penerbangan menuju China. Hanya saja, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini Garuda Indonesia Group sudah membuka penerbangan lagi.
Foto: Republika/Prayogi
Semenjak pandemi Covid-19, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia tidak membuka penerbangan menuju China. Hanya saja, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini Garuda Indonesia Group sudah membuka penerbangan lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semenjak pandemi Covid-19, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia tidak membuka penerbangan menuju China. Hanya saja, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini Garuda Indonesia Group sudah membuka penerbangan lagi.

"Tapi sekarang pemerintah China membuat aturan menarik, satu maskapai ke satu kota sekali dalam sepekan," kata Irfan dalam diskusi virtual, Selasa (1/9).

Baca Juga

Dia menjelaskan, Garuda Indonesia mendapatkan kesempatan lagi terbang ke salah satu kota di China yakni Chengdu. Sementara itu, Citilink Indonesia dapat membuka penerbangan ke salah satu kota di China yakni Kunming.

Meskipun hanya bisa membuka penerbangan ke salah satu kota sekali dalam sepekan, Irfan memastikan hal tersebut dapat dimengerti. "Warga di China yang mau pulang dan ke sana juga tidak meributkan itu," tutur Irfan.

 

Irfan mengatakan yang paling penting penerbangan menuju China sudah dibuka kembali. Sementara akses transportasi darat di China juga menurutnya juga sangat mendukung.

"Kan juga bisa ya mendarat di mana bisa langsung ke mana juga dengan transportasi daratnya. Yang penting sampai ke China karena sempat ditutup empat bulan," ungkap Irfan.

Selain itu, Irfan memastikan rute internasionalnya masih dibuka namun frekuensinya masih dikurangi. Hanya saja, Irfan mengatakan rute internasional seperti Denpasar-Jepang masih belum dibuka karena belum banyaknya turis.

"Tapi kan ada bisnis dan repatriasi yang mesti kita lakukan," ujar Irfan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement