Kamis 27 Aug 2020 14:47 WIB

Erick Sebut Indonesia Sehat Jadi Prioritas

Pemerintah fokus dalam tiga program utama yakni Indonesia Sehat, Bekerja, dan Tumbuh.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) bersama Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir (kiri)  mengikuti Rapat Dengar Pandapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19.
Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) bersama Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pandapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN) Erick Thohir menyampaikan pemerintah fokus dalam tiga program utama yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Erick mengatakan dalam Indonesia Sehat, pemerintah menekankan prioritas keamanan rakyat dari virus covid-19 dan reformasi layanan kesehatan.

"Program Indonesia sehat tidak mungkin tidak didahulukan, tidak mungkin Indonesia bekerja dan Indonesia tumbuh kalau tidak sehat," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8).

Baca Juga

Oleh karenanya, metode gas dan rem tetap akan dilakukan pemerintah dalam penanganan covid-19 dari sisi kesehatan dan ekonomi. Dalam Indonesia Sehat, kata Erick, pemerintah terus menggencarkan budaya disiplin kesehatan dengan mendorong penggunaan masker, cuci tangan, hingga jaga jarak. 

"Kemudian baru masuk vaksinasi dan situmulus ekonomi yang mendorong pertumbuhan sektor di perdagangan, investasi, pariwisata, dan jasa," ucap Erick. 

Erick menyampaikan pemerintah lewat program Indonesia Bekerja juga memberikan perhatian lewat sejumlah program, seperti bantuan produktif untuk usaha mikro sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap pelaku usaha mikro, subsidi gaji atau upah untuk 15,7 juta pekerja di mana setiap pekerja mendapatkan bantuan senilai Rp 2,4 juta yang dibayarkan dua tahap. 

"Progran ini kita kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan terkait data. Harapannya dengan Indonesia sehat dan bekerja, kita dapat kembali tumbuh. Ini skenario yang harus kita jalankan," kata Erick. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement