Senin 03 Aug 2020 06:27 WIB

Petrokimia Dukung Penelitian Deteksi Virus Penyebab Covid-19

Diharapkan hasil penelitian ini nantinya dapat diterapkan atau rujukan nasional

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
Pekerja melintas di antara bilik kamar di Sarana Olaraga Tri Dharma yang dijadikan ruang isolasi mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). Petrokimia Gresik mengubah sarana olaraga tersebut menjadi ruang isolasi mandiri COVID-19 yang terdiri dari 40 ruangan dengan kapasitas 80 tempat tidur yang telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, hal itu bertujuan sebagai bentuk antisipasi tingginya kasus mewabahnya virus Corona di Surabaya Raya.
Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja melintas di antara bilik kamar di Sarana Olaraga Tri Dharma yang dijadikan ruang isolasi mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). Petrokimia Gresik mengubah sarana olaraga tersebut menjadi ruang isolasi mandiri COVID-19 yang terdiri dari 40 ruangan dengan kapasitas 80 tempat tidur yang telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, hal itu bertujuan sebagai bentuk antisipasi tingginya kasus mewabahnya virus Corona di Surabaya Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik, mendukung penelitian deteksi virus SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan perusahaan telah memberikan dukungan berupa dana penelitian sebesar Rp 163 juta yang diserahkan secara simbolis di Gresik pada Kamis (30/7).

"Penelitian ini sangat penting mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 tingkat provinsi (Jatim)," ujar Rahmad dalam siaran pers yang diterima //Republika// di Jakarta, Ahad (2/8).

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim hingga Sabtu (1/8), kata Rahmad, total kasus konfirmasi positif di Jatim sebanyak 22.324 atau tertinggi secara nasional sehingga risiko penularan mayoritas kabupaten atau kota di Jatim juga masih tinggi. 

Rahmad menyampaikan penelitian ini akan dilakukan tim dari Departemen Ilmu Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga yang dipimpin Eko Budi Koendhori untuk mendeteksi kontaminasi virus SARS-CoV-2 di berbagai lokasi, baik udara maupun permukaan di lingkungan ruang rawat inap Covid-19 RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dengan demikian, langkah pencegahan yang dilakukan dapat lebih optimal sekaligus memberi rasa aman bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan di area RS Dr. Soetomo.

"Sehingga secara tidak langsung, bantuan untuk penelitian ini juga menjadi upaya kami dalam melindungi tenaga medis dari bahaya paparan Covid-19," lanjut Rahmad.

Ia berharap, hasil dari penelitian ini nantinya dapat diterapkan atau menjadi referensi rumah sakit rujukan lainnya, baik di Jatim maupun di provinsi lainnya di Indonesia lantaran sudah puluhan tenaga medis meninggal akibat terpapar virus usai menangani pasien Covid-19.

Rahmad menilai bantuan ini melengkapi rangkaian dukungan Petrokimia Gresik untuk percepatan penangan Covid-19, khususnya di bidang penelitian. Selama ini, lanjut Rahmad, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD), obat-obatan, hand sanitizer, serta disinfektan untuk mencegah penularan, serta sembako kepada masyarakat."Riset adalah sumber dari segala solusi, sehingga kami sangat mendukung upaya-upaya penelitian dalam rangka mengatasi Covid-19," ungkap Rahmad.

Dalam kesempatan yang sama Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan percepatan penanganan Covid-19 berupa isolation transport dan Swab Kit + VTM kepada RSUD dr Soetomo, RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, dan Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga Kota Surabaya. Bantuan Swab Kit + VTM juga diberikan kepada Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement