Senin 20 Jul 2020 17:00 WIB

Pupuk Indonesia Catat Torehan Positif Selama 2019

Kinerja positif Pupuk Indonesia dari anak usaha terutama dari PT Rekayasa Industri.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (tengah) saat Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 di Jakarta, Senin (20/7).
Foto: dok. Pupuk Indonesia
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (tengah) saat Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 di Jakarta, Senin (20/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih torehan positif selama 2019 maupun saat masa pandemi berlangsung pada 2020. Selain penjualan pupuk, torehan itu juga ditunjang kinerja positif anak-anak usaha.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, Pupuk Indonesia berhasil melakukan penyaluran dan penjualan pupuk subsidi dan nonsubsidi serta nonpupuk sebanyak 13,76 juta ton selama 2019. Adapun total pendapatan pupuk pada 2019 mencapai Rp 71,3 triliun atau naik rata-rata 10,0 persen per tahun.

Baca Juga

Laba tahun berjalan selama 2017 hingga 2019 naik rata-rata 10 persen per tahun. "Pupuk Indonesia pada 2019 mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 3,71 triliun dari total nilai aset Rp 135,55 triliun," ujar Aas saat Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 di Jakarta, Senin (20/7).

Dengan capaian itu, kata Aas, Pupuk Indonesia berhasil mempertahankan kinerjanya sebagai 10 besar perusahaan pupuk dunia berdasarkan total aset, pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.

Aas menilai kinerja yang baik ini juga ditopang peningkatan kinerja anak perusahaan nonpupuk, salah satunya Rekayasa Industri. Rekayasa Industri merupakan salah satu perusahaan teknologi, pengadaan, dan konstruksi (EPC) terbesar di Kawasan Asia Tenggara.

Rekayasa Industri mengalami pertumbuhan positif yang tecermin dari pertumbuhan aset sekitar 36 persen dari sebesar Rp 7,7 triliun pada 2018 menjadi Rp 10,4 triliun pada 2019. Selain itu, pendapatan juga bertumbuh sekitar 61 persen dari sebesar Rp 4,9 triliun pada 2018 menjadi sebesar Rp 7,9 triliun pada 2019.

Selama masa pandemi Covid-19, ucap Aas, Pupuk Indonesia tetap membukukan kinerja yang baik dan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2019. Aas memerinci penjualan pupuk subsidi (PSO) pada Januari-Mei 2020 sebesar 3,93 juta ton. 

Sedangkan volume penjualan pupuk komersil berhasil melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton dibandingkan kurun waktu yang sama pada 2019. Secara pendapatan, penjualan pupuk komersil meningkat 38,35 persen menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 5,45 triliun.

Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53 persen menjadi Rp 4,13 triliun dari Rp 3,07 triliun. "Sementara itu, laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun dari Rp 1,43 triliun," kata Aas.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement