Senin 13 Jul 2020 15:17 WIB

Kemenperin akan Kembangkan Sepeda Listrik

Sepeda kini tak sekadar untuk rekreasi, tapi kebutuhan untuk hidup sehat.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Sepeda listrik Triumph (ilustrasi). Kemenperin tengah mendorong pengembangan sepeda listrik Tanah Air.
Foto: Triumph
Sepeda listrik Triumph (ilustrasi). Kemenperin tengah mendorong pengembangan sepeda listrik Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melihat pengguna sepeda yang semakin marak di tengah pandemi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri sepeda agar berkembang. Bahkan, Kemenperin mendorong pengembangan sepeda listrik. 

Baca Juga

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berupa nikel yang menjadi bahan baku baterai. Kemenperin akan mengoptimalkan pabrik-pabrik baterai di dalam negeri demi mengembangkan sepeda listrik.

 

"Inovasi menjadi sangat penting, termasuk desain sepeda yang sesuai tipe atau kebutuhan konsumen Indonesia. Karena itu untuk kenyamanan bersepedanya sendiri," ujar Taufiek melalui siaran pers yang diterima pada Senin (13/7).

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedang memacu penguatan rantai suplai industri sepeda di dalam negeri. Kemenperin akan berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang selama ini rata-rata telah mencapai 40 persen.

Taufiek menjelaskan, industri sepeda di dalam negeri perlu pula memanfaatkan teknologi terkini. Hal itu agar bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas secara lebih efisien.

Bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari carbon karena secara material lebih ringan. Industri ini yang harus dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para produsen. Selain itu, rata-rata komponen lain sudah bisa dibuat di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo pun optimistis, industri sepeda nasional bisa bangkit dengan dukungan pemerintah terutama dalam upaya membenahi infrastruktur penunjangnya. Apalagi, kehadiran sepeda bukan lagi sekadar alat rekreasi, melainkan saat ini sebagai kebutuhan dalam menjaga kesehatan.

Dengan adanya perubahan gaya hidup, pengembangan industri sepeda nasional juga akan terdongkrak. "Maka, komponen impor harus disubstitusi dengan produk dalam negeri agar menciptakan 100 persen karya anak bangsa," kata Eko.

Menurut Eko, pemerintah harus mendorong masyarakat menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan infrastruktur yang baik, salah satunya melalui penggunaan sepeda. Karena itu, pemerintah harus fokus menangani industri ini.

"Kalau upaya ini diseriusi bisa sebagai goodwill dari pemerintah untuk mendukung masyarakat memilih sepeda sebagai alat transportasi," ujar Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement