Sabtu 20 Jun 2020 11:59 WIB

Bulog Serap 3 Ribu Ton Beras Petani Lebak

Kami terus optimalkan penyerapan beras petani untuk pendistribusian program sembako

Pekerja mengangkut karung beras di Perum Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, Banten, Kamis (18/6/2020). Ketersediaan stok beras bulog di dua Kabupaten Pandeglang dan Lebak dipastikan aman meskipun di tengah wabah pandemi COVID-19 hingga tiga bulan ke depan dengan stok mencapai 3
Foto: MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS/ANTARA FOTO
Pekerja mengangkut karung beras di Perum Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, Banten, Kamis (18/6/2020). Ketersediaan stok beras bulog di dua Kabupaten Pandeglang dan Lebak dipastikan aman meskipun di tengah wabah pandemi COVID-19 hingga tiga bulan ke depan dengan stok mencapai 3

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK — Perum Bulog Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang menyerap beras petani mencapai 3.000 ton guna mencukupi kebutuhan pangan empat bulan ke depan.

"Kami terus mengoptimalkan penyerapan beras petani untuk pendistribusian program sembako dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang Meita Novariani di Lebak, Sabtu.

Selama ini kebutuhan konsumsi pangan untuk masyarakat Kabupaten Lebak dan Pandeglang dipastikan aman, karena panen padi hingga kini terus berlangsung sampai Desember mendatang.

Perum Bulog berkomitmen untuk menyerap beras dan gabah petani agar pendapatan mereka lebih baik dan sejahtera dibanding ditampung tengkulak.

Beras dibeli Perum Bulog sesuai Harga Pembelian pemerintah (HPP) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras. HPP Gabah Kering Panen (GKP) Rp4.200 per kilogram, Gabah Kering Giling (GKG) Rp5.300 per kilogram.

Sedangkan HPP beras Rp8.300 per kilogramdengan syarat kadar air beras maksimal 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, kadar menir paling tinggi 2 persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen.

Perum Bulog, lanjut dia, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan Pandeglang karena bergerak cepat melaksanakan percepatan tanam untuk mendukung ketersediaan pangan.

Saat ini, kata dia, penyerapan beras petani hingga pekan kedua Juni 2020 mencapai 3.000 ton dan 1.500 gabah ton.

Penyerapan beras itu, kata dia, nantinya disalurkan untuk program sembako yang digulirkan pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pihaknya belum lama ini menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Lebak sebanyak 47 ton dan Pandeglang 60 ton.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kelompok petani yang sudah panen agar dapat kembali melaksanakan percepatan gerakan tanam, terlebih curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

Percepatan tanam itu, kata dia, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi petani sehubungan adanya kerja sama dengan Perum Bulog.

"Kami berharap semua petani jika panen diserap oleh Perum Bulog," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement