Rabu 27 May 2020 00:19 WIB

Kontroversi Samsung: Manipulasi Akuntansi dan Merger Ilegal

Kontroversi Samsung: Manipulasi Akuntansi dan Merger Ilegal, Bikin Kejaksaan Curiga

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Kontroversi Samsung: Manipulasi Akuntansi dan Merger Ilegal, Bikin Kejaksaan Curiga. (FOTO: Reuters/Kim Hong-Ji)
Kontroversi Samsung: Manipulasi Akuntansi dan Merger Ilegal, Bikin Kejaksaan Curiga. (FOTO: Reuters/Kim Hong-Ji)

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Jaksa Agung menginterogasi Pewaris Samsung, Lee Jay Y tentang dugaan penipuan laporan keuangan dan merger 2015 yang kontroversial.

Pemeriksaan itu membawa masalah hukum baru bagi Lee yang telah menghadapi persidangan atas tudingan suap demi memenangkan dukungan yang menyukseskan suksesi di konglomerat Korsel itu; melibatkan mantan Presiden Korsel Park Geunhye.

Jaksa penuntut telah menyelidiki dugaan kecurangan akuntansi unit usaha obat Samsung Biologics setelah pengawas keuangan Korea mencurigai peningkatkan nilai perusahaan senilai 4,5 tiriliun won pada 2015, dikutip dari Reuters, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga: Huawei Ditekan, Samsung Tuai Cuan

Baca Juga: Demi Atasi Pembatasan Ekspor Amerika, Huawei Sampai Niat Minta Bantuan ke Saingan di China?

Samsung Biologics dituding melanggar aturan akuntansi sehingga nilai Cheil Industries sebagai pemilik utamanya meningkat.

Laman berita Yonhap melaporkan, "Lee sendiri merupakan pemegang saham utama Cheil Industries."

Lebih lanjut, Lee menjadi pemegang usaha Samsung C&T saat Cheil bergabung dala akuisisi pada 2015. Kesepakatan itu pun menuai kritik dari Elliott Management dan investor lain karena mengorbankan pemegang saham minoritas.

Untuk itu, kantor kejaksaan memanggil Lee hari ini. "Kami hari ini memanggil orang yang berhubungan dengan merger ilegal Samsung dan kasus penipuan akuntansi," ujar pejabat di kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement