Senin 25 May 2020 10:51 WIB

Kiat Elcorps Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu kiat bertahan dengan efisiensi biaya dan tingkatkan pemasaran online

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Hiru Muhammad
Gedung Elcorps Building, di kawasan Cigondewah, Kota Bandung, Kamis (18/7).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Gedung Elcorps Building, di kawasan Cigondewah, Kota Bandung, Kamis (18/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan terhadap dunia usaha. Pelaku usaha perlu melakukan beragam upaya dan penyesuaian agar bisa tetap bertahan di tengah lesunya dunia usaha saat ini.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Elcorps dengan delapan brand yang dinaunginya, termasuk Elzatta. Ada beberapa upaya dan penyesuaian yang telah dilakukan Elcorps selama pandemi Covid-19 berlangsung. Berikut ini adalah dua di antaranya.

Efisiensi Biaya

CEO Elcorps Elidawati mengungkapkan salah satu kiat untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah melakukan efisiensi biaya. Salah satu contoh sederhananya adalah melakukan efisiensi biaya listrik.

 

"Kalau satu toko sebulan bayar Rp 2 juta (untuk listrik), bagaimana dari Rp 2 juta listrik itu dia bisa bayar cuma Rp 300 ribu," ungkap Elidawati mencontohkan dalam Webinar yang diselenggarakan Inventure Indonesia, beberapa waktu lalu.

Pandemi Covid-19 juga cukup berdampak pada penurunan pengunjung ke toko offline. Kondisi ini bisa disiasati dengan mengurangi jam operasional dan shift kerja pegawai. Misalnya, toko hanya beroperasi pada jam 11.00-18.00 dengan satu shift kerja saja.

Di saat pandemi Covid-19, sebisa mungkin pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sebisa mungkin hanya pegawai di bagian distribution center saja yang "bergerak".

"Kenapa harus WFH? Karena kalau di kantor kan pasti AC semua nyala ya, dan banyak yang bergerak. Ketika ada yang bergerak, itu berarti cost," tutur Elidawati.

Menggenjot Marketing

Selama pandemi Covid-19, salah satu brand di bawah naungan Elcors yaitu Elzatta memperkuat pemasaran mereka melalui platform daring. Salah satu alasannya, pemasaran yang dilakukan secara daring tidak membutuhkan biaya sebesar pemasaran yang dilakukan secara offline.

"Jadi biaya itu bisa benar-benar ditekan," jelas Vice President Elzatta Tika Mulya dalam sesi Webinar yang sama.

Selain itu, Tika mengatakan Elzatta juga bekerjasama dengan pengimpak dan selebriti untuk merangkul pasar yang lebih luas. Karena relasi yang terjalin dengan baik, beberapa pengimpak dan selebriti bahkan bersedia mendukung pemasaran Elzatta secara kekeluargaan.

Untuk lebih memberdayakan toko-toko offline, Tika juga menginstruksikan agar tiap toko memiliki akun Instagram masing-masing. Tim dari tiap toko ini mendapatkan bimbingan agar bisa memanfaatkan platform sosial media untuk memasarkan toko mereka masing-masing. "Konsepnya tetap dari pusat," kata Tika. 

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement