Ahad 26 Apr 2020 07:11 WIB

Langkah Kementan Stabilisasi Harga Gula Diapresiasi

Meski stabilitas harga bukan tanggung jawab Kementan, tapi itu tidak jadi batasan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih. Bungaran mengapresiasi langkah Kementan dalam menstabilkan harga gula pasir.
Foto: Istimewa
Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih. Bungaran mengapresiasi langkah Kementan dalam menstabilkan harga gula pasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga gula pasir putih di pasaran selama beberapa pekan terakhir terpantau mengalami lonjakan. Tercatat, rata-rata harga gula pasir putih di kisaran Rp 18.500-Rp 20 ribu dari harga Rp 12.500 per kilogram (kg).

Terkait situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) segera melakukan berbagai upaya guna menstabilkan harga gula pasir putih sekaligus menjamin ketersediaannya di pasaran.

Baca Juga

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sejak awal April telah meminta agar pabrikan gula rafinasi juga ikut  memproduksi gula pasir putih yang bisa dikonsumsi masyarakat.

Kemudian, sebanyak 250 ribu ton gula pasir putih juga telah digelontorkan Kementan ke pasaran. Ditambah juga sinergi Kementan bersama instansi pemerintah lainnya menggelar Operasi Pasar (OP).

Kinerja Kementan itu pun mendapat tanggapan dari mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih. Menurut Bungaran, meskipun secara khusus tugas kerja Kementan tidak bertanggung jawab penuh terhadap urusan stabilitas harga, namun hal itu tidak dijadikan batasan.

"Soal harga, sebetulnya tidak jadi kewenangan Kementan juga. Tapi ini kan menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, kiranya Kementan juga telah tepat," ujar Bungaran, Sabtu (25/4).

Bungaran menjelaskan, posisi kinerja Kementan lebih utama pada menjaga ketersediaan pangan ke masyarakat. Caranya dengan memastikan pasokan dan produksi komoditas pangan lancar.

"Kementan tidak tinggal diam nyatanya dan tetap tanggung jawab menjaga stabilitas harga gula pasir dan stoknya. Ini patut diapresiasi" kata Bungaran yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian IPB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement