Warta Ekonomi.co.id, Bogor
Meski CEO Ruangguru, Belva Devara telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Staf Khusus milenial Presiden Jokowi, masih banyak pihak yang mempertanyakan kelayakan platform itu sebagai mitra Program Prakerja. Menanggapi hal itu, Co-Founder Ruangguru, Iman Usman pun buka suara.
Lewat kiriman Instagram, Iman menyampaikan penjelasan soal keterlibatan platform yang ia pimpin dalam program pemerintah itu.
"Tidak benar kalau ini dibilang titipan, Ruangguru lolos (menjadi mitra Prakerja) ya karena ini Ruangguru, bukan karena Belva," begitu tulisan dalam gambar yang Iman unggah, dikutip Kamis (23/4/2020).
View this post on InstagramSampai hari ini, masih banyak simpang siur tentang keterlibatan Ruangguru dalam program Prakerja. Berikut penjelasan saya. Buat teman-teman yg mungkin masih mengkritisi kelayakan @ruangguru sbg mitra prakerja, boleh loh cek seluruh platform dan lembaga pelatihan yg terlibat. Bandingkan satu persatu. Kalo memang kita tidak layak - dibandingkan platform yg lainnya - bisa sampaikan masukan ke kami dr sisi produk & konten agar kita juga bisa memperbaiki diri. Your inputs are very valuable for our growth! >90% kelas-kelas yang ada di Skill Academy saat ini sudah ada sebelum Kartu Prakerja dikeluarkan. Model bisnisnya adalah 'paid classes' dan harganya jg sesuai dgn market rate. Dengan model tsb, sudah banyak sekali yg ikut dan juga puas dengan layanannya. Bahkan untuk konteks COVID ini, kami turunkan lagi juga harga - hampir di semua kelas. Jadi salah besar kalau dianggap kami 'memanfaatkan situasi'. Karena ga ada peraturan yang dilanggar, kami dari @ruangguru merasa tidak ada keperluan untuk mundur dari program Kartu Prakerja. Toh, ini bebas dan terbuka. Kalo masih ga jelas, ada baiknya juga tonton video wawancara Direktur PMO Kartu Prakerja dengan Kompas TV yang saya cantumkan di post ini. Supaya jelas dan nggak bikin teori konspirasi sendiri. Kalo masih ga percaya juga, boleh loh coba tanyain ke 7 platform lain (karena bukan cm Skill Academy yg terlibat) mengenai kebenarannya. Saya rasa klarifikasi dari Belva, saya, ataupun @ruangguru sudah cukup jelas. Kalo masih ada pertanyaan, saya rasa sudah jadi koridornya pemerintah untuk menjawab. Titip bantu share ya, supaya lebih banyak lagi yang paham. Terima kasih.
Baca Juga: Habis PHK di Awal Tahun, Kini 'Hotel Melati Online' Potong Gaji dan Rumahkan Karyawan di . . . .
Soal Kucuran Dana Rp5,6 T
Dalam unggahannya itu, Iman juga menuliskan kebingungannya soal pernyataan yang menyebut Ruangguru mendapat dana Rp5,6 T dari program Prakerja.
"Tidak ada satupun dari platform Mitra Resmi Prakerja (termasuk Skill Academy milik Ruangguru) yang mendapatkan alokasi anggaran khusus dari pemerintah," katanya, lalu melanjutkan, "ingat, skema kartu prakerja adalah bantuan insentif langsung dan kredit pelatihan."
Kredit pelatihan Prakerja bisa dipakai secara penuh, bisa juga tidak, jelas Iman. Jika digunakan, maka peserta harus memilih kelas di lebih dari 192 lembaga pelatihan.
Ia memaparkan, "Skill Academy hanya salah satu dari ratusan lembaga itu. Bahkan, menurut pemerintah, jumlahnya juga akan bertambah terus, karena ini baru permulaan."
Terakhir, Iman menegaskan, peserta Prakerja lah yang punya hak untuk memilih platform pelatihan daring, begitu pula dengan jumlah uang yang akan dipakai.
"Kalau tidak suka dengan suatu produk, bisa saja enggak pakai produknya dan lembaga platform itu tak mendapatkan apa-apa," tutup Iman.
Kelayakan Ruangguru sebagai Mitra Prakerja
Iman mengklaim, platform-nya layak dipertimbangkan sebagai mitra program pelatihan daring Prakerja. Untuk mendukung klaim itu, ia memaparkan sejumlah data.
Ia menulis, "buat kasih sedikit perspektif, Ruangguru sudah enam tahun berkarya. Saat ini, digunakan lebih dari 17 juta pengguna dan sudah beroperasi di beberapa negara lain (Vietnam)."
Berdasarkan pantauan Warta Ekonomi, jumlah unduhan Ruangguru telah melampaui 10 juta di Google Play Store, dengan nilai 4.7 poin dari 498 ribu pengulasnya.
"Buat yang bekerja di dunia teknologi, pasti tahu susahnya dapat rating dan review seperti itu," tambah Iman.
Tahun lalu, Ruangguru meluncurkan platform Skill Academy yang kini digandeng oleh pemerintah dalam Program Prakerja. Iman menyebut, sudah ada 1 juta orang menggunakan Skill Academy dan memberi penilaian 4.76. Sementara di Play Store, aplikasi itu sudah diunduh lebih dari 100 ribu kali, dengan penilaian 4.1 dengan 2 ribu ulasan.
"Kalau yang kita sediakan dianggap tak bermutu, semestinya enggak mungkin jutaan orang pakai dan kasih review seperti itu," tambah Iman lagi.