Jumat 06 Mar 2020 17:57 WIB

GMF Kebanjiran Permintaan Desinfeksi Pesawat

Penutupan penerbangan dari dan ke China membuat GMF punya peluang perluas penetrasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Personel dari Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia melakukan proses desinfeksi di pesawat Garuda Indonesia di Hanggara GMF, Cengkareng, Jumat (6/3) dengan menggunakan cairan desinfektan  berkadar alkohol 70 persen.
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Personel dari Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia melakukan proses desinfeksi di pesawat Garuda Indonesia di Hanggara GMF, Cengkareng, Jumat (6/3) dengan menggunakan cairan desinfektan berkadar alkohol 70 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mewabahnya virus korona di berbagai negara memberikan dampak tersendiri bagi bisnis yang dijalani PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk. GMF Aero Asia justru bajir permintaah perawatan pesawat untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Direktur Utama GMF Aero Asia Tazar mengatakan penutupan penerbangan dari dan ke China dan menuju Arab Saudi justru membuat GMF mendapatkan peluang untuk penetrasi pasar. "Beberapa perawatan pesawat yang semula dipercayakan pada MRO di wilayah China perlu dilakukan perubahan rencana," kata Tazar di Hanggar GMF Aero Asia, Jumat (6/3). 

Tazar mengakui pada akhirnya perawatan pesawat di Indonesia menjadi tujuan utama. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan perawatan pesawat yang pada dasarnya tidak bisa ditunda. 

Dia menambahkan, salah satunya adalah dari lini bisnis Airframe Maintenance sebagai imbas positif di balik wabah vorus corona. "GMF mendapatkan tambahan permintaan perawatan airframe dari berbagai maskapai mancanegara," tutur Tazar.

Dengan begitu, Tazar menilai hal tersebut turut mendukung perwujudan misi GMF untuk memacu pertumbuhan bisnis dari segmen Airframe Maintenance untuk pesawat nonafiliasi. Dia mengatakan, hingga Februari 2020, GMF mengantongi pesanan untuk 35 proyek Aircraft Redelivery. 

"Angka itu kami lihat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019," ujar Tazar. 

Dia mengtaakan pangsa pasar di luar Garuda Indonesia Group, terutama dari kostumer internasional menjadi target GMF selanjutnya. Tazar menuturkan kapabilitas GMF telah tersertifikasi di level internasional dengan persetujuan dari FAA, EASA, dan CASA, 

"Kini saatnya dominasi di pasar internasional kita mantapkan dengan misi tambahan yaitu membawa nama baik Indonesia semakin kuat di pasar regional di tengah kondisi ekonomi global saat ini,” jelas Tazar.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement