Kamis 20 Feb 2020 05:17 WIB

Jasindo Targetkan Pendapatan Premi Rp 6,4 T Tahun Ini

Beberapa tahun terakhir pertumbuhan premi Jasindo memang relatif datar.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Jasindo
Foto: Jasindo
Jasindo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo menargetkan premi bruto sebesar Rp 6,4 triliun pada tahun ini. Pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan dan Investasi Jasindo Didit Mehta Pariadi Didit mengatakan pertumbuhan premi menjadi fokus utama perusahaan pada tahun ini. 

Didit mengatakan beberapa tahun terakhir pertumbuhan premi Jasindo memang relatif datar. Hal itu terjadi lantaran sejumlah strategi yang sengaja diambil perusahaan pada tahun lalu seperti mengurangi porsi di beberapa segmen yang tidak terlalu baik untuk jangka menengah.

"Misalnya kita menurunkan (premi) kendaraan motor Rp 300 miliar (2019) dengan sengaja, kita meninggalkan, karena kalau dilanjutkan akan indah tahun ini, tidak indah untuk lima tahun ke depan," ujar Didit usai rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/2).

Didit mengatakan selama 2018-2019, Jasindo telah memetakan sejumlah sektor dan produk yang memiliki prospek bagus dengan bisnis yang menguntungkan sebagai sasaran utama produk Jasindo. Untuk mencapai target tersebut, Jasindo juga akan menerapkan sistem structure sales management. Ke depan, kata dia, Jasindo tak lagi sekadar bertumpu pada premi yang ada, melainkan bertumpu pada perluasan premi.

Didit mengambil contoh, Pupuk Indonesia Group yang sudah memiliki lima produk Jasindo. Namun, Didit mengatakan Jasindo masih belum mempunyai produk-produk lain yang diminta Pupuk Indonesia.

"Mereka punya yang lain yang belum kita penuhi misalnya rantai pasok bahan bakunya, dia minta kita menjamin supaya tidak ada penghentian produksi," ucap Didit. 

Didit mengungkapkan Jasindo berupaya memperluas produk asuransi yang sesuai keinginan nasabah. Didit mengatakan Jasindo juga menyiapkan sejumlah produk baru namun tidak bisa langsung diaplikasikan lantaran terbentur regulasi yang mengharuskan setiap satu produk asuransi harus berdasarkan perizinan dari OJK.

"Saat ini kita sudah ada 200 produk, kita akan buat 10 produk baru, sebagian korporasi sebagian retail. Retail bukan produk baru tapi cara penyampaiannya yang berbeda," kata Didit. 

Selain perluasan premi, kata Didit, Jasindo juga sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi finansial (tekfin). Jasindo sendiri telah memiliki sistem komputasi awan yang bisa diintegrasikan dengan tekfin.

"Kita ingin masuk dengan tekfin yang ada di depan. Kita investasi besar di Application Programming Interface (API) yang mengintegrasikan kita dengan perusahaan itu," ungkap Didit. 

Didit optimistis sejumlah strategi yang dilakukan perusahaan mampu mewujudkan target pendapatan premi sebesar sebesar Rp 6,4 triliun pada tahun ini. Didit mengaku kontribusi pendapatan terbesar masih disumbang sektor asuransi harta benda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement