Jumat 07 Feb 2020 14:57 WIB

Kembangkan Bandara Komodo, CAF Siapkan Rp 1,2 Triliun

Dana itu akan dipakai untuk perpanjangan landasan pacu dan pelebaran apron bandara.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Sejumlah petugas bandara berteduh di bawah atap Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Ahad (19/1/2020).
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sejumlah petugas bandara berteduh di bawah atap Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Ahad (19/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pada Mei 2020 pengelolaan Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dikelola oleh PT Cinta Airport Flores (CAF). Presiden Direktur CAF Iman Oloan Sjafar mengatakan sudah menyiapkan belanja modal untuk pengembangan bandara tersebut.

"CAF menyiapkan capex sebesar Rp 1,203 triliun untuk membiayai pembangunan dan pengembangan Bandara Komodo," kata Iman di Gedung Kemenhub, Jumat (7/2).

Baca Juga

Dia menjelaskan dana tersebut akan dilakukan untuk membiayai perpanjangan landasan pacu dan pelebaran apron bandara. Selain itu, Iman memastikan CAF akan menambah dua terminal baru di Bandara Komodo.

"Kami juga akan melakukan mengerasan landasan pacu dan taxiway serta digunakan untuk fasilitas pendukung lainnya," ujar Iman.

Iman mengatakan pengembangan Bandara Komodo dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan penumpang yang saat ini masih 720 ribu orang. Dia menuturkan, target pertumbuhan penumpang bisa hingga empat juta orang pertahun pada 2044.

"Kami akan melakukan hal yang disetujui dalam pernjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk mencukupi kebutuhan trafik yang berekmbang," ungkap Iman.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam bentuk pembebasan lahan yang akan dimulai tahun ini. Bahkan, kata Iman, untuk memastikan terealisasinya proyek tersebut, pemerintah memberikan jaminan terhadap risiko yang kemungkinan muncul melalui Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Suamdi Budi memastikan pengelolaan bandara oleh perusahaan patungan CAF yang memiliki anggota Changi Aiports International Pte Ltd, Changi Airport MENA Pte Ltd, dan perusahaan Indonesia PT Cardig Aero Service tersebut juga akan dipercepat. "Semestinya (pengelolaan) awal tahun depan, tapi kita majukan kadi Mei 2020," tutur Budi.

Dengan target status bandara internasional pada Juni 2020, Budi menargetkan pad JUni penyelesaian perpanjangan landasan pacu bisa selesai pada Juni 2020. Landasan pacu pada tahap pertama akan diperpanjang dari 2.450 meter menjadi 2.600 meter dan setelah itu menjadi 2.700 meter.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement