Kamis 23 Jan 2020 17:49 WIB

Limbah Popok Bisa Diolah Jadi Batu Bata Hingga Media Tanam

Softex memperoleh limbah popok dari beberapa tempat tertentu yang menjadi penampungan

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih
Pengolahan limbah popok oleh Softex
Foto: Dok Softex
Pengolahan limbah popok oleh Softex

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT. Softex Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendaur ulang limbah popok. Perusahaan pembuat popok bayi, pembalut perempuan, hingga popok dewasa itu mengaku memiliki teknologi untuk mendaur ulang limbah popok. Limbah popok tersebut bisa didaur ulang menjadi batu-bata, pupuk, hingga media tanam.

 

"Kami sudah laksanakan. Tujuannya untuk mengolah popok bayi bekas sehingga tidak mencemari lingkungan. Nantinya hasil olahan berupa batu-bata, pupuk, dan media tanam," kata Plant Manager PT Softex Indonesia di Sidoarjo, Benydictus Hindrawan, Kamis (23/1).

Softex memperoleh limbah popok dari beberapa tempat tertentu yang menjadi penampungan sampah popok. Selanjutnya, Softex juga akan bekerja sama dengan bank sampah. 

Beny menjelaskan, ada beberapa metode yang diterapkan untuk mendaur ulang popok tersebut. Seperti yang dilakukan di Bandung, perusahaan melakukan pengolahan limbah popok menggunakan teknologi hidrothermal. Yakni pengolahan dengan pemanasan khusus, sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara.

"Di Bandung kita menggunakan sistem hidrothermal, yaitu dengan pemanasan khusus dengan listrik bukan pembakaran sehingga tidak ada pencemaran udara. Dalam proses hidrothermal itu popok bayi diuraikan menjadi cair dan padat yang digunakan menjadi pupuk cair, dan yang padat diubah menjadi bata, asbak dan lainnya," ujar Beny.

Beny mengaku, teknologi pengolahan pupuk tersebut juga akan diterapkan di Jawa Timur, tepatnya di sekitaran pabrik yang ada di Sidoarjo. Meski belum bisa memastikan, kapan teknologi pengolahan limbah popok itu dioperasikan, Beny meyakinkan, tahun ini sudah bisa dijalankan.

"Akan ada di Jatim, tapi masih dalam tahan assessment dan review. Diharapkan tahun ini, kami sedang mencari partner bank sampah yang mau bekerja sama dengan PT Softex Indonesia. Kami mau menaruh teknologi hidrothermal sekaligus bagaimana cara mengumpulkan limbah popok," kata Beny.

Saat ditanya seberapa efektif teknologi yang dimiliki untuk mengurangi limbah popok tersebut, Beny belum bisa menjelaskannya. Bahkan, ketika ditanya seberapa besar pengurangan limbah popok dengan adanya teknologi tersebut, dia mengaku belum memiliki data pastinya.

 "Kita belum ada data," ujar Beny.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement