REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 6299,53 pada penutupan perdagangan akhir 2019, Senin (30/12). Indeks saham tersebut menguat tipis 1,69 persen secara yoy dibandingkan penutupan perdagangan tahun lalu di level 6.194,50.
Sementara itu, pada perdagangan hari ini IHSG dibuka melemah 0,47 persen dari perdagangan hari sebelumnya di level 6.329,314. Pergerakan indeks sepanjang hari ini konsisten melaju di zona merah.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama, mengakui selama sepekan terakhir pasar cukup optimistis dan berpengaruh terhadap penguatan IHSG.
"Aksi window dressing dan santa clauss rally membuat pelaku pasar percaya diri dalam berinvestasi di pasar modal," Kata Nafan, Senin (30/12).
Nafan mengakui, pada tahun ini pergerakan IHSG memang cukup menantang. Secara year to date, lanjutnya, pergerakan IHSG tidak mengalami penguatan yang signifikan yaitu hanya dikisaran 2 sampai 2,5 persen.
Kendati demikian, dalam beberapa waktu ke depan, IHSG akan mendapat katalis positif dari January effect. Menurut Nafan, momen ini seharusnya bisa fimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan aksi beli terhadap saham-saham yang memimiliki kinerja fundamental yang positif.