Senin 23 Dec 2019 09:35 WIB

UMKM Butuh Dukungan Sistem Logistik

Dukungan sistem logistik yang kuat bisa meningkatkan daya saing produk UMKM.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Sistem logistik Indonesia (ilustrasi). Sektor UMKM membutuhkan dukungan sistem logistik yang kuat untuk meningkatkan daya saing.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Sistem logistik Indonesia (ilustrasi). Sektor UMKM membutuhkan dukungan sistem logistik yang kuat untuk meningkatkan daya saing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan dukungan sistem logistik dibutuhkan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi aliran bahan, barang, informasi, dan uang yang akan berdampak terhadap produktivitas.

"Dalam pengadaan bahan baku, misalnya, dibutuhkan sistem logistik untuk mengkonsolidasikan proses pembelian dari para pelaku yang setiap volumenya relatif kecil sehingga berbiaya mahal," kata Setijadi, Ahad (22/12).

Baca Juga

Dia menjelaskan dengan konsolidasi, volume pengadaan menjadi tinggi sehingga lebih murah karena ada diskon pembelian dan pengiriman bahan baku. Selain itu, efisiensi dan produktivitas juga akan dicapai dengan sistem logistik yang baik dalam proses penyimpanan dan pengelolaan bahan baku, pengemasan, dan pengiriman produk.

Untuk itu, Setijadi meminta pemerintah perlu memfasilitasi pembentukan logistics center di sentra-sentra UMKM. "Logistics center itu sebaiknya melibatkan para pihak terkait, termasuk instansi pemerintah daerah dan perguruan tinggi setempat," ujar Setijadi.

Sebab, kata Setijadi, karakteristik para pelaku UMKM mengakibatkan kebutuhan dukungan sistem logistik yang kuat untuk peningkatan daya saing dan produktivitasnya. Terutama terkait dengan volume produksi dan penjualan setiap pelaku usaha kecil yang cukup tersebar.

"Selain itu, para pelaku UMKM juga terkendala kemampuan modal dan manajemennya, sehingga tidak mampu mengembangkan sistem logistiknya sendiri," tutur Setijadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement