Kamis 05 Dec 2019 17:03 WIB

ADB Sebut SDM Sebagai Aset Terbesar Indonesia

Indonesia harus mengejar Malaysia dan Thailand di bidang pendidikan dan pelatihan SDM

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara (tengah), Director General Asian Development Bank (ADB) Ramesh Subramaniam (kanan) dan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Arif Baharudin (kiri) berbincang saat pembukaan The 9th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (5/12/2019).
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara (tengah), Director General Asian Development Bank (ADB) Ramesh Subramaniam (kanan) dan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Arif Baharudin (kiri) berbincang saat pembukaan The 9th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (5/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Asian Development Bank (ADB) menyatakan, aset terbesar Indonesia adalah Sumber Daya Manusia (SDM). SDM di Tanah Air dinilai banyak yang unggul.

"Ini tantangan bagi Indonesia. Jadi bagaimana membangun tenaga kerja yang baik, terampil, sesuai ekonomi masa kini," ujar Director General at ADB Ramesh Subramaniam dalam The 9th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (5/12).

Baca Juga

Ia menegaskan, Indonesia harus mengejar Malaysia dan Thailand di bidang pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu dapat mencetak SDM berkualitas yang bisa menjadi penggerak perekonomian.

ADB pun, kata dia, berkomitmen kuat untuk mendukung ekonomi Indonesia sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020. "Kami siapkan strategi kemitraan dengan Indonesia untuk bangun ekonomi," kata Ramesh.

Strategi tersebut meliputi pembangunan SDM, mendukung pendidikan, mengakselerasi percepatan investasi, konektivitas di bidang perhubungan, dan lainnya. "Kami susun strategi itu, kami siap menerima masukan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia pun menyatakan Indonesia sebagai negara besar dengan potensi luar biasa. Ditambah lagi, mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Kisaran lima persen di tengah kondisi global sekarang.

"Namun pertanyaannya, apa yang diperlukan ekonomi agar dapat tumbuh (ekonomi) di sekitaran tujuh persen dibandingkan saat ini yang di kisaran lima persen," ujar Ramesh. Dirinya menambahkan, dalam satu studi bersama Bappenas awal tahun ini, potensi pertumbuhan Indonesia terlihat menurun menjadi sekitar 5,4 sampai 5,5 persen, salah satunya diakibatkan turunnya harga komoditas.

Berita Lainnya

Rekomendasi