Ahad 24 Nov 2019 08:30 WIB

Dua Cara Teknologi Pengaruhi Bisnis Makanan dan Minuman

Bisnis makanan dan minuman juga terpengaruh oleh kemajuan teknologi.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Chief Executive Officer Sour Sally Group, Donny Pramono.
Foto: MGO3
Chief Executive Officer Sour Sally Group, Donny Pramono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penetrasi teknologi telah menyentuh dan membawa perubahan ke beragam aspek kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bisnis makanan dan minuman yang saat ini tengah menjamur.

"Bagaimana teknologi mempengaruhi bisnis FnB (makanan san minuman)?" ujar Founder CEO Sour Sally Donny Pramono dalam sesi talk show DISRUPTO 2019 di Plaza Indonesia, Jumat (22/11).

Baca Juga

Donny mengungkapkan bahwa setidaknya ada dua pengaruh besar yang dibawa teknologi ke dalam lingkup bisnis makanan dan minuman. Kedua pengaruh besar tersebut berkaitan dengan skalabilitas dan efisiensi.

Dalam skalabilitas, menurut Donny, teknologi memudahkan masyarakat untuk bisa membeli makanan atau minuman tanpa harus datang langsung dan mengantre di toko. Masyarakat bisa membeli makanan dan minuman yang mereka inginkan dari mana saja hanya melalui aplikasi.

"Ini yang membuat bisnis FnB menjadi scalable," ujar Donny.

Dalam hal skalabilitas, menurut Donny, teknologi juga memungkinkan hadirnya restoran-restoran yang khusus hanya melayani pesan-antar. Beberapa contohnya adalah GrabKitchen dan Cloud Kitchen.

Dengan model seperti ini, restoran tidak harus menyewa tempat yang luas dan mahal untuk bisa beroperasi. Restoran juga tidak harus mengeluarkan biaya lebih untuk keperluan operasional lain.

"Tidak ada pick up atau makan di tempat, hanya pembelian secara daring. Jadi teknologi membantu skalabilitas bisnis FnB," kata Donny.

Kehadiran teknologi juga membawa perubahan baik dalam hal efisiensi bisnis makanan dan minuman. Teknologi melalui layanan pembayaran dompet elektronik bisa menurunkan metode pembayaran secara tunai dengan uang kertas. Menurut Donny, Penggunaan dompet elektronik juga dapat menurunkan risiko kecurangan yang mungkin terjadi dalam bisnis makanan dan minuman.

Tak hanya itu, dompet elektronik juga dapat meminimalisasi risiko kejahatan yang mungkin terjadi dalam proses penyetoran uang tunai dari restoran ke bank, seperti kecopetan di perjalanan. Dengan dompet elektronik, pihak restoran juga tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk mengantre di bank untuk keperluan penyetoran uang tunai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement