Selasa 12 Nov 2019 13:12 WIB

Erick Ajukan Tiga Nama Calon Dirut Inalum

Tiga kandidat Dirut Inalum telah diajukan Erick ke Presiden Jokowi.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Republika/Intan Pratiwi
Menteri BUMN Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah mengajukan tiga nama kandidat Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Nama-nama tersebut telah diajukannya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin.  

"Kemarin kan saya sudah sampaikan ada TPA yang menentukan posisi direksi BUMN. Yang sudah diputuskan untuk Bank Mandiri dan BTN, hari ini kita ajukan Inalum...Itu kan sudah saya sampaikan kemarin, tinggal tunggu persetujuan beliau saja," ujar Erick di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (12/11).

Baca Juga

Nama yang akan ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Inalum pun akan diputuskan dalam dua hari ini melalui tim penilai akhir (TPA) yang dipimpin oleh Presiden.

"Nanti tunggu keputusannya mungkin satu dua hari. Tiga (nama)," ujarnya.

Erick mengatakan, persaingan dan tantangan di arus globalisasi yang dihadapi saat ini sangat tinggi. Ia mencontohkan dunia perbankan di mana banyak masyarakat yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam hal pembayaran. Dunia perbankan juga harus beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi ke depan. 

"Orang banyak yang menggunakan e-payment, di mana-mana cashless, di kantor bank sudah tidak antre, banyak isu yang harus direvisi ulang," ujar dia. 

Begitu juga di sektor migas dan pertambangan, serta sektor telekomunikasi. Erick mengatakan, industri pun akan berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zamannya. 

Menurutnya, ketiga sektor tersebut yakni perbankan, telekomunikasi, dan migas serta pertambangan menyumbangkan pendapatan terbesar untuk negara. 

"Bagaimana kalau tiga sumber income untuk negara dan rakyat kalah bersaing, ini yang harus diantisipasi," ucapnya. 

Karena itu, ia mengharapkan para pimpinan perusahaan BUMN yang terpilih nanti merupakan sosok yang profesional, transparan, berintegritas, dan siap bekerja keras menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman.

"Karena itu kemungkinan reorganisasi juga diperlukan, tidak hanya di kementerian, tapi juga di perusahaan, karena kalau tiga sub bidang ini turun, BUMN juga akan bangkrut, kalau bangkrut, penerimaan negara tidak tercapai," kata Erick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement