Selasa 22 Oct 2019 08:03 WIB

Transaksi Perikanan di TEI 2019 Capai 10,43 Juta Dolar AS

Ragam produk perikanan yang dipromosikan berupa ikan kaleng, udang, tuna, cephalopods

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda
Sejumlah kapal nelayan parkir di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong pada hari pantangan melaut di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (21/6/2019).
Foto: Antara/Rahmad
Sejumlah kapal nelayan parkir di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong pada hari pantangan melaut di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (21/6/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produk perikanan mencatatkan transaksi sebesar 10,43 juta dolar AS dalam pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang digelar sejak 16-20 Oktober 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. 

Jumlah transaksi tersebut tercatat meningkat sebesar 7,26 persen jika dibandingkan dengan nilai transaksi produk perikanan pada TEI 2018. Transaksi tersebut didominasi oleh produk ikan kaleng selerti tuna, nila atau tilapia, udang, gurita, cumi-cumi, patin, cakalang, rumput laut, unagi, dan sambal ikan. 

Baca Juga

"Transaksi itu (10,43 juta dolar AS) memang meningkat dibanding TEI tahun lalu," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman, dalam siaran pers, Senin (21/10). 

Lebih lanjut Agus menambahkan, transaksi dalam gelaran TEI 2019 diperoleh melalui kesepakatan dengan para pembeli (buyers) yang berasal dari setidaknya 25 negara mitra. Adapun negara-negara yang telah melakukan transaksi antara lain Afrika, Timur Tengah, Vietnam, Inggris, China, Meksiko, Jepang, Maldives, Rusia, Myanmar, Thailand, Brazil, Hongkong, Spanyol, Rumania, India, Kazakhstan, Azerbaijan, Maldives, Aljazair, Malaysia, Kolombia, Korea Selatan, dan Kanada, serta Turki.

Dalam gelaran TEI 2019, KKP melalui Paviliun Indonesia Seafood menghadirkan 12 pelaku usaha untuk mempromosikan sekaligus melakukan transaksi perdagangan produk perikanan Indonesia. Keikutsertaan pengusaha perikanan Indonesia pada TEI 2019 ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya strategis KKP untuk mempromosikan produk perikanan berkualitas, membuka dan memperkuat jaringan dengan para buyers, sekaligus untuk meningkatkan ekspor seafood Indonesia.

Ragam produk perikanan yang dipromosikan berupa ikan kaleng, udang, tuna, cephalopods, ikan demersal dan pelagis, rajungan, patin atau pangasius, serta unagi kabayaki. 

Selain itu, di sela-sela gelaran TEI 2019, pihaknya mengaku KKP bersama-sama Kementerian Luar Negeri gencar melakukan promosi terpadu produk-produk perikanan Indonesia melalui kegiatan Business Forum, Business Matching, serta Business Gathering. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan promosi serta ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global.

Pada 2018, Indonesia menempati posisi ke-12 sebagai negara pengekspor seafood ke pasar global dengan nilai ekspor sebesar 4,8 miliar dolar AS. Nilai ekspor produk perikanan Indonesia diklaim mengalami peningkatan sejak tahun 2014 dengan rata-rata 1,66 persen. Ekspor seafood Indonesia didominasi oleh produk udang, tuna, cakalang, tongkol, kepiting atau rajungan serta cumi-cumi, sotong dan gurita, dengan tujuan pasar utama ke Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement