Senin 07 Oct 2019 06:16 WIB

Pengembang Permata Mutiara Maja Tawarkan Promo Khusus

Sebagian besar konsumen pengguna KRL dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Direktur PT BNIP Cornelius Widjaja (kiri) dan Daniel Chandra mengamati rumah contoh tipe Lotus.
Direktur PT BNIP Cornelius Widjaja (kiri) dan Daniel Chandra mengamati rumah contoh tipe Lotus.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJA -- Pengembang Permata Mutiara Maja, PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), membuka lagi sebuah cluster terbaru, cluster Topaz, seluas 6,8 hektare. Cluster dengan total unit rumah mencapai 642 unit itu dibuka menyusul tingginya permintaan masyarakat.

Sebelumnya, PT BNIP meluncurkan Rumah Sederhana Sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion pada 20 Juli 2019 lalu. Rumah dengan luas bangunan (LB) 27 meter persegi dan luas tanah (LT) 60 meter persegi dengan dua kamar tidur. "Karena antusias dan minat yang tinggi terhadap rumah tipe Lotus ini, kami membuka cluster Topaz dengan konsep yang sama," ujar Direktur PT BNIP, Cornelius Widjaja.

Bedanya jika dahulu pengembang menjual tipe Lotus dibanderol dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kali ini PT BNIP mendorong konsumen untuk membeli rumah dengan program BP2BT. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan lima bank yang bisa dipilih masyarakat untuk membeli rumah tipe Lotus seharga hanya Rp 140 juta dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Saya yakin masyarakat sudah mendengar informasi bahwa kuota FLPP itu sangat terbatas, baik pada tahun ini maupun tahun depan. Oleh karenanya kami anjurkan untuk membeli rumah subsidi menggunakan program baru dari pemerintah, yaitu BP2BT," kata Cornelius.

Namun, Corneliun menambahkan, bagi masyarakat yang melebihi syarat maksimum untuk memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah, masih bisa memanfaatkan momen promo ulang tahun perusahaan dengan fasilitas pembiayaan KPR komersial. Fasilitas pembiayaan KPR komersial tersedia untuk unit rumah di cluster Ruby.

Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 pada 10 Oktober 2019, PT BNIP menawarkan promo bombastis yang hanya berlangsung sampai akhir Oktober. Setiap pembelian unit KPR komersial dengan harga mulai dari Rp 170 juta hingga Rp 305 jutaan pasti mendapatkan hadiah sepeda motor Honda Beat.

Selain itu, setiap pembelian unit rumah KPR bersubsidi dengan program BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) dengan harga hanya Rp 140 juta akan mendapatkan bantuan subsidi plafon kredit sampai Rp 40 juta. Lalu kewajiban DP hanya satu persen, sertifikat rumah sudah Hak Milik, dan juga TV 20 inci.

PT BNIP mengembangkan perumahan Permata Mutiara Maja dengan konsep modern dengan total luas kawasan 200 hektare. Perumahan di Kecamatan Maja, Lebak, Banten, ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Perumahan ini dikembangkan sejak akhir 2015. Dari total luas lahan 200 hektare, saat ini sudah terbangun 50 hektare dengan rumah yang sudah terjual 2.500 unit, terbangun 1.500 unit, serta 35 persen sudah dihuni. Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.

Rencananya rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja akan dibangun sebanyak 5.000 unit. “Sebagian besar konsumen kami adalah pengguna KRL dan masyarakat berpenghasilan rendah," kata Cornelius.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement