Kamis 19 Sep 2019 09:31 WIB

Untungkah Mengiklan di Media Digital?

Media digital menjadi platform yang cukup favorit untuk beriklan.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Untungkah Mengiklan di Media Digital?. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)
Untungkah Mengiklan di Media Digital?. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Bagi para pelaku pasar, tentu iklan menjadi salah satu kebutuhan primer dalam meningkatkan angka penjualan. Melihat proses perkembangan teknologi sekarang, media digital menjadi platform yang cukup favorit untuk beriklan.

Meski begitu, untungkah beriklan melalui platform digital?

Data dari Nielsen Consumer & Media View mencatat durasi pemakaian media per hari di Indonesia. Hasilnya, ada peningkatan durasi pemakaian daring sebanyak 51 menit per harinya yang dicatat Nielsen mulai dari kuartal kedua 2016 hingga kuartal kedua di 2019.

Artinya, setiap harinya ada pertumbuhan durasi pemakaian platform digital di Indonesia hampir 1 jam di setiap harinya.

Baca Juga: Layanan Nielsen Bisa Ngintip Demografi Konsumen Konten dan Iklan

Nielsen juga mencatat bahwa versi iklan yang ada di platform digital memiliki jumlah versi yang paling banyak jika dibandingkan dengan televisi, maupun media cetak.

Versi iklan dalam platform digital mencapai angka 386.534. Sementara iklan di televisi sendiri memiliki versi iklan yang sangat jauh dibandingkan platform digital yakni 15.332 versi iklan. Angka tersebut dicatat Nielsen mulai dari kuartal ketiga 2018 hingga kuartal kedua 2019.

Versi iklan platform digital yang dicatat oleh Nielsen sendiri hanya berasal dari laman penelusur atau browser. Artinya, angka sebesar itu belum termasuk versi iklan yang ada dalam aplikasi di smartphone.

Executive Director Media Nielsen Indonesia Hellen Katherina menjelaskan mengapa bisa begitu banyak versi iklan dalam platform digital.

"(Mengacu pada) ketepatan sasaran. Target audience sangat spesifik, tergantung pada history browser (riwayat penelusuran)," kata Hellen ketika memaparkan datanya di kantor Nielsen Indonesia, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Nielsen juga mencatat bahwa ada kenaikan penetrasi internet yang bertumbuh seiring dengan tumbuhnya jumlah kepemilikan smartphone. Jumlah orang yang mengakses daring dalam seminggu bertambah sebanyak 43 persen, seiring bertambahnya orang yang memiliki smartphone sebanyak 57 persen menurut data dari Nielsen.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement