Sabtu 14 Sep 2019 05:36 WIB

Penuh Kontroversi, Mantan Bos Facebook Ini Jadi Orang Terkaya Ketiga di Singapura

Mantan bos Facebook ini jadi orang terkaya ketiga di Singapura

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Penuh Kontroversi, Mantan Bos Facebook Ini Jadi Orang Terkaya Ketiga di Singapura. (FOTO: Reuters)
Penuh Kontroversi, Mantan Bos Facebook Ini Jadi Orang Terkaya Ketiga di Singapura. (FOTO: Reuters)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Sebagian besar orang hanya mengetahui Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook. Nyatanya, ada lima orang yang berperan penting dalam mendirikan media sosial raksasa itu. Selain Zuck, ada juga Eduardo Saverin, mantan bos Facebook.

Saverin telah berhenti bekerja di Facebook sejak 2005. Dari kelima pendirinya, hingga saat ini hanya Zuck yang tersisa bekerja di sana. Saat ini Saverin justru melipir ke Singapura dan saat ini namanya bertengger di posisi ketiga sebagai orang terkaya di sana.

Kisah Saverin di Facebook memang penuh kontroversi. Setelah keluar dari Facebook, pria yang awalnya berkebangsaan Brasil ini hanya memiliki saham sebesar 2% dari keseluruhan kepemilikan Facebook. Sebelumnya, ia sempat terlibat sengketa terkait kepemilikan saham tersebut.

Baca Juga: Super Woman di Balik Keberhasilan Facebook

Kabarnya, pada tahun 2009, ia sampai melepas kewarganegaraan AS dan pindah ke Singapura demi menghindari pajak yang ia tunggak sebesar US$700 juta atau sekitar Rp9,8 triliun.

Melansir dari Forbes (12/9/2019), mendengar kabar yang beredar tersebut, pihak Saverin membantah. Ia mengaku, pergi ke Singapura untuk gencar membangun bisnis startup di sana.

Singkat cerita, di Negeri Singa, Saverin bertemu dengan seseorang yang saat ini menjadi rekan bisnisnya, yakni mantan konsultan sekaligus wakil presiden lembaga investasi Bain Capital, Raj Ganguly. Mereka berdua pun bekerja sama mendirikan lembaga investasi yang memberikan dana teknologi kepada banyak perusahaan perintis di Asia, Eropa, dan AS.

Memasuki tahun 2015, keduanya memutuskan untuk membangun B Capital dan menyiapkan dana teknologi untuk dipinjamkan hingga US$360 juta atau kisaran Rp5 triliun. Terhitung hingga detik ini, setidaknya ada 20 proyek yang telah disuntikkan dana oleh B Capital.

Baca Juga: Bukan Jet Pribadi, Ini 5 Aset Termahal Milik Mark Zuckerberg

Untuk mengatakan bisnis ini berhasil dan menjanjikan, rasanya masih terlalu dini. Pasalnya, dari keseluruhan proyek yang diberikan kucuran pun hanya sekitar kurang dari 10 investasinya yang membawa naik kelas si penerima.

Namun, keduanya tetap optimis. Saat ini, kekayaan yang dimiliki Saverin telah mencapai US$10,5 miliar atau sekitar Rp14 triliun. Ia menjadi orang terkaya ketiga di Singapura, dan ke-140 terkaya di dunia.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement