Senin 09 Sep 2019 12:09 WIB

Bersaing dengan Amazon, Roku Ekspansi ke Eropa

Perusahaan streaming Roku, satu tiga pemain smart TV di Amerika, beralih ke Inggis

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Bersaing dengan Amazon, Roku Ekspansi ke Eropa. (FOTO: Unsplash)
Bersaing dengan Amazon, Roku Ekspansi ke Eropa. (FOTO: Unsplash)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Perusahaan streaming Roku, satu tiga pemain smart TV di Amerika, beralih ke Inggis. Upaya ini untuk menghindari persaingan dengan raksasa Silicon Valley, Amazon, dan sebagai batu loncatan untuk menguasai pasar Eropa.

Melansir Reuters, Senin (9/9/2019), Kepala Eksekutif Roku, Anthony Wood mengatakan, saat ini perusahaan tengah menjalin kerja sama dengan pabrikan China Hisense untuk memasarkan televisi pintar di Inggris pada kuartal keempat tahun ini, dan akan diikuti dengan pasar Eropa lainnya. Roku juga mulai menawarkan layanan seperti Netflix

Sebelumnya, Roku adalah perusahaan pemegang lisensi sistem operasi pembuat TV. Baru beroperasi pada 2017, namun sahamnya telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat. Pasarnya tumbuh mencapai 30,5 juta rumah tangga AS, dan mencapai kesepakatan lisensi dengan hampir selusin pembuat TV dan menjadi agregator untuk lebih dari 7.000 saluran.

Baca Juga: Waduh! Amazon Dilaporkan ke Meja Hijau, Harus Bayar Denda Senilai....

"Kami adalah pemimpin dengan margin yang luas di AS, dan kami baru mulai serius tentang pasar internasional," kata Wood di sela-sela pameran elektronik konsumen IFA di Berlin.

Pun demikian di Eropa, Roku tetap menghadapi kekuatan Amazon, yang meluncurkan serangkaian kesepakatan IFA untuk membawa platform Fire TV ke ruang tamu, bermitra dengan Grundig, JVC, dan Toshiba.

Salah satu model Grundig akan berjalan di Alexa, asisten suara digital Amazon, memungkinkan untuk mengganti remote control dengan 'berbicara' ke TV untuk memilih program. Tantangan lainnya, saat ini beberapa pembuat TV kelas atas, seperti Samsung, masih menjalankan sistem operasi mereka sendiri.

Analis teknologi dan media Paolo Pescatore juga mengatakan tidak ada jaminan bahwa platform Roku akan berkembang di panggung internasional karena ada cara lain untuk melakukan streaming TV di dunia yang semakin mobile.

"Roku ada di persimpangan jalan. Jika Anda ingin menonton YouTube atau Netflix, Anda hanya perlu perangkat," kata Pescatore.

Baca Juga: Kalah dari Spotify, Layanan Streaming Musik Raksasa Teknologi Ini Uji Coba Versi Web

Berkat kontrolnya terhadap antarmuka pengguna, Roku TV mencapai kesepakatan agregasi dengan roll call penyedia konten, termasuk pendatang baru Apple+ dan Disney+. Hal ini juga menghasilkan lebih banyak uang dari iklan digital karena pemasar mengalihkan anggaran dari TV komersial ke streaming

Pendapatan Roku tumbuh sebesar 59% pada kuartal kedua menjadi US$250 juta, yang secara kasar mencapai titik terendah. Perusahaan memperkirakan pendapatan lebih dari US$1 miliar tahun ini.

Dengan menggabungkan lebih dari 7.000 saluran, Roku bisa mempromosikan Roku Channel sendiri yang menawarkan rekomendasi untuk membantu pemirsa menyaring sejumlah program yang ditawarkan untuk menemukan apa yang ingin mereka tonton.

"Tujuan kami adalah menjadi platform streaming terkemuka untuk rumah tangga," kata Wood melihat masa depan di mana akan ada beberapa aplikasi mega-streaming, seperti Disney, dan banyak konten lainnya akan disindikasikan ke platform secara langsung.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement