Kamis 22 Aug 2019 13:50 WIB

Mengaspal di Malaysia, Gojek Tawarkan Peluang Baru

Gojek terbuka untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan teknologinya.

Rep: Rahayu Subekti / Red: Friska Yolanda
Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim bersiap mengikuti konvoi saat peresmian logo baru Gojek di Jakarta, Senin (22/7).
Foto: Republika/Prayogi
Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim bersiap mengikuti konvoi saat peresmian logo baru Gojek di Jakarta, Senin (22/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, Gojek sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah Malaysia untuk mengaspal ke Negeri Jiran tersebut. Untuk melakukan ekspansi ke Malyasia, Gojek berusaha juga akan memberikan dampak positif dengan menawarkan peluang baru.  

“Membawa pilihan bagi pelanggan, membuka kesempatan kerja baru bagi para pelaku ekonomi mandiri dan membantu SME Malaysia untuk berkembang,” tulis Gojek dalam pernyataan, Kamis (22/8).

Baca Juga

Untuk itu, Gojek menjelasakan pertemuan yang dilakukan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhamad dan jajaran kabinetnya membahas berbagai macam hal. Hal tersebut termasuk bagaiman perkembangan Gojek saat ini.

Gojek memastikan juga sudah membahas bagaimana dampak yang terjadi di tengah masyarakat selama beroperasi. “Kami membahas dampak sosial ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, utamanya yang ada dalam ekosistem kami,” jelas Gojek.

Selanjutnya, Gojek menegaskan diskusi dengan pemerintah Malaysia berjalan sanga baik. Gojek sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah Malaysia atas peluang yang diberikan untuk bisa beroperasi di sana.

Gojek mengatakan akan selalu terbuka untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan teknologinya. “Ini dilakukan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada lebih banyak masyarakat dan pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara,” ungkapnya.

Untuk itu, Gojek mengharapkan pertemuan dengan pemerintah Malaysia bisa berdampak positif untuk selanjutnya. Paling tidak, hal tersebut bisa menjadi awal yang baik untuk ekspansi internasional Gojek berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olah Raga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengusulkan operasional Gojek kepada kabinet. Melalui akun resmi Twitternya Syed Saddiq mengungkapkan pengoperasian Gojek untuk membantu anak muda yang mempunyai sepeda motor dapat menjalankan bisnis kecil menggunakan kendaraannya.

Sementara itu, Menteri Pengangkutan Anthony Loke juga mengatakan pemerintah Malaysia senantiasa terbuka dalam menerima usulan dari investor swasta. Hal tersebut terkait layanan pengangkutan, termasuk rencana dari layanan taksi sepeda motor Gojek.

Begitupun juga dengan dukungan yang diberikan Menteri Perdagangan Dalam Negeri Saifuddin Nasution. Terkait hal tersebut Saifuddin juga menyatakan setuju dengan usulan Menteri Syed Saddiq untuk mengoperasionalkan Gojek.

Selanjutnya, Rapat Kabinet Pakatan Harapan di Putrajaya, Rabu (21/8) mengeluarkan persetujuan terhadap usulan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengizinkan operasional Gojek di Malaysia. Menteri Pembangunan Usahawan Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof mengatakan kabinet sudah memberi lampu hijau. 

Hanya saja, Redzuan mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pengangkutan perlu mengusulakan rincian undang-undang terlebih dahulu. Redzuan memperkirakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pengangkutan akan mengajukan undang-undang yang diperlukan dalam tempo dua bulan ini.

“Apa saja proses untuk membangun ekonomi anak muda perlu diikuti oleh proses undang-undang yang ada. Jika terpaksa melonggarkan atau mewujudkan undang-undang baru, Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pengangkutan akan mengkaji secepat mungkin sebelum disetujui kabinet,” kata Redzuan dalam jumpa pers.

Redzuan mengatakan undang-undang yang dikaji tersebut kemungkinan akan menetapkan Gojek tidak bisa ditempatkan di jalan tol. Hal tersebut dilakukan karena mempertimbangkan keselamatan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement