Rabu 14 Aug 2019 07:57 WIB

Pak Anies, Startup Ini Sambut Perluasan Ganjil-Genap

Kebijakan perluasan ganjil genap tak akan memengaruhi bisnis logistik.

Rep: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)/ Red: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)
Startup Logistik Ini Sambut Rencana Pemprov DKI Soal Perluasan Ganji-Genap. (FOTO: Paxel)
Startup Logistik Ini Sambut Rencana Pemprov DKI Soal Perluasan Ganji-Genap. (FOTO: Paxel)

Startup logistik Paxel (PT Paxel Teknologi Unggul) tidak keberatan dengan rencana perluasan dan penambahan jam ganjil-genap dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan juga mengatakan, kebijakan itu tak akan memengaruhi bisnis logistik mereka.

Sebab, menurut keterangan resminya, Paxel memiliki model bisnis pengiriman yang beda dari layanan logistik lain. Perusahaan rintisan yang bermitra dengan Bukalapak itu mengombinasikan kurir bersepeda motor dengan loker pintar dan algoritma, yang diklaim dapat mengirim barang pada hari yang sama (antarkota dan antarprovinsi).

"Dengan sistem estafet, kurir kami menempuh jarak 70% lebih pendek dibanding model logistik on demand dan model kurir konvensional sehingga mengurangi pemakaian bahan bakar minyak secara signifikan," papar perusahaan itu dalam keterangan yang Warta Ekonomi terima, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: Startup Story: Paxel, Usung Teknologi untuk Cepatnya Delivery

Meski tidak keberatan, bukan berarti Paxel tidak terpengaruh sama sekali oleh perluasan ganjil-genap Jakarta. Perusahaan itu mengaku harus menyewa armada mobil dua kali lipat lebih banyak untuk mendukung mobilitas paket antarkantor cabang.

"Kali ini Paxel tidak terlalu terpengaruh. Hanya saja, kalau Pemprov DKI Jakarta punya rencana menerapkan ganjil-genap untuk sepeda motor, ada baiknya dengarkan dulu perspektif dari perusahaan logistik. Karena yang paling banyak terimbas kalau ganjil-genap sepeda motor diberlakukan, bukan perusahaan, tapi kurir," kata COO Paxel, Zaldy Ilham Masita.

Di sisi lain, Executive Advisor Paxel, Djohari Zein justru menganggap rencana perluasan ganjil-genap Jakarta kali ini sebagai momentum yang baik bagi perusahaan logistik untuk menyesuaikan diri.

"Sudah puluhan tahun perusahaan logistik tidak berubah, bertahan dengan proses bisnis yang sama. Padahal dunia berubah cepat dengan adanya e-commerce dan digitalisasi di mana-mana. Paxel melihat perluasan ganjil-genap ini justru menjadi kesempatan bagi perusahaan logistik untuk membuat terobosan dan inovasi," ujar Djohari.

Baca Juga: Dorong UMKM Berkembang, Begini Cara Paxel

Sampai dengan Agustus 2019, pengguna aplikasi Paxel sudah melebihi 357,000 users dengan jumlah paket same day delivery yang berhasil dikirimkan lebih dari 860.000 paket. Perusahaan sudah menjangkau area Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Malang, Surabaya, dan Bali.

Proses pengiriman barang Paxel dari hulu ke hilir menggabungkan antara algoritma, teknologi, dan manusia. Menggunakan sistem loker, aplikasi, dan website, Paxel diperkuat oleh ribuan kurir yang siap melayani pelanggan di kota besar Jawa-Bali.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement