Senin 29 Jul 2019 12:55 WIB

Data Pengguna Transportasi Daring Bocor? Ini Kata Gojek

Kebocoran data juga dikabarkan menimpa pengguna platform e-commerce.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Warga mencari transportasi dengan aplikasi online. ilustrasi
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Warga mencari transportasi dengan aplikasi online. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru ini seorang warganet membeberkan temuan mengenai database pengguna Tokopedia, Gojek, dan Grab yang dapat diambil oleh aplikasi pinjaman daring. Data- data tersebut diduga digunakan oleh pinjaman daring ilegal untuk menjerat konsumen.

Tokopedia dan Gojek menanggapi informasi yang viral di Facebook tersebut. "Tokopedia tidak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna kami," kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak dalam pernyataan resminya, Senin (29/7).

Baca Juga

Data yang dimaksud adalah data pengguna yang memang bersedia memberikan akses untuk memublikasikan datanya melalui aplikasi peminjaman uang pihak ketiga yang dimaksud.

Tokopedia menyatakan bahwa saat ini telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna.

"Bisnis Tokopedia adalah bisnis reputasi dan kepercayaan, maka kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama dalam bisnis Tokopedia," kata Nuraini.

Gojek juga menegaskan bahwa tidak pernah menjual atau memberikan akses terhadap data pribadi pelanggan maupun mitra kepada pihak ketiga manapun.

Chief Corporate Affairs Gojek Group, Nila Marita mengatakan, Gojek selalu menjaga keamanan maksimum dari data pribadi dari pelanggan maupun mitra.

"Kami tidak pernah menjual atau memberikan akses terhadap data pribadi pelanggan maupun mitra kami kepada pihak ketiga seperti ke fintech ilegal sebagaimana yang diberitakan di beberapa media," ujar Nila.

Gojek juga menghimbau secara serius para pengguna aplikasi Gojek untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan aplikasi di perangkat elektroniknya dan juga berhati-hati dalam memberikan akses yang dapat dilakukan oleh aplikasi tersebut. Hal ini untuk menghindari perekaman data-data secara ilegal yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan aplikasi Gojek.

"Kami juga menghimbau para pengguna dan mitra untuk mengakses layanan jasa keuangan yang resmi dan diawasi OJK," ujar Nila.

Beberapa waktu lalu seorang pengguna Facebook dengan akun Niko Tidar Lantang Perkasa membeberkan temuan berisi database aplikasi pinjaman online illegal. Database tersebut berisi ribuan data pengguna seperti nomor telepon, alamat, nomor kontak kerabat, nomor KK, KTP, hingga foto selfie penggunanya.

Database tersebut dapat diakses secara publik tanpa ada pengamanan yang kuat lantaran tidak menerapkan autentikasi. Yang lebih mengejutkan lagi, menurut Niko, aplikasi pinjaman online bahkan dapat merekam riwayat perjalanan Gojek dan Grab.

"Aplikasi juga merekam riwayat perjalanan Grab dan Gojek. Saya dapat melihat dengan detail lokasi penjemputan dan tujuan pergi, nomor HP customer dan driver, email, saldo Gopay, hingga pelat nomor driver," kata Niko di Facebook.

Dia juga menjelaskan, aplikasi pinjaman daring bahkan dapat mengakses riwayat pembelian di Tokopedia. "Saya dapat melihat barang-barang apa yang dibeli pengguna, harga barang, nama pembeli, nomor HP, email, serta ke mana barang tersebut dikirimkan," kata Niko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement