Selasa 16 Jul 2019 13:14 WIB

Pusing Cicilan KPR, Patricia Gouw Rintis Bisnis Ayam Gouwledek

Patricia merupakan seorang model, presenter, dan influencer.

Rep: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)/ Red: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)
Pusing Cicilan KPR, Patricia Gouw Rintis Bisnis Ayam Gouwledek. (FOTO: Instagram/ayamgouwledek)
Pusing Cicilan KPR, Patricia Gouw Rintis Bisnis Ayam Gouwledek. (FOTO: Instagram/ayamgouwledek)

Lama waktu cicilan KPR memang kerap membuat beban pikiran bagi penyicil. Pasalnya, cicilan KPR bisa menghabiskan waktu 15 hingga 20 tahun. Pikiran tersebut tengah menggelayuti kepala presenter cantic, Patricia Gouw sebelum dirinya menemukan ide bisnis yang menarik untuk dicoba.

Patricia merupakan seorang model, presenter, dan influencer. Meskipun mendapatkan penghasilan yang mumpuni dari profesinya tersebut, Patricia kerap dipusingkan dengan cicilan KPR yang tak berkesudahan.

Baca Juga: Berawal Jual Ayam Bakar Gerobakan Sekarang Omzetnya Tak Terelakkan

Akhirnya, ia pun memutar otak untuk mencari sumber cuan lainnya guna menambah-nambah penghasilan. “Sekarang gue lagi berinvestasi baru-baru ini bikin bisnis Ayam Gouwledek,” ungkapnya seperti mengutip dari MoneySmart.id (15/7/2019).

Perempuan yang kerap disapa Pat ini khawatir usianya yang nanti semakin menua tak akan cukup menyelesaikan cicilan KPR jika hanya mengandalkan pekerjaannya saat ini di dunia entertainment.

“Kalau KPR itu kan 15 tahun sampai 20 tahun ya walaupun panjang kita mesti konsistensi ya. Apalagi nanti pas lunas umur gue udah 50 tahunan. Apa gue akan tetap laku?” celetuknya terbahak.

Nah, sejak itulah model sekaligus influencer ini memutar otak untuk mencari uang tambahan dengan berbisnis kuliner. Hatinya pun berlabuh pada “Ayam Gouwledek”.

Baca Juga: Raja Bisnis Kuliner, Ini Dia Gurita Bisnis Milik Ruben Onsu

Ayam Gouwledek miliknya ini masih seumur jagung. Saat ia baru mendirikan bisnis makanan pedas ini selama 3 minggu, Pat sudah harus menelan pil pahit. Pasalnya, ia suda tiga kali ganti admin demi bisa melayani orderan pelanggannya.

“Tapi ternyata bikin bisnis gini enggak gampang ya, asisten pulang, adminnya juga sudah 3 kali ganti, baru 3 minggu udah ganti 3 kali,” curahan hatinya.

Namun, Pat tak pantang menyerah. Ia terus menjalankan bisnisnya yang masih baru ini. “Masih dipelajari karena ini masih bisnis baru,” pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement