Ahad 14 Jul 2019 22:59 WIB

Harkopnas Expo 2019 Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan KUMKM

Kemenkop-UKM mendukung penuh upaya penguatan peran koperasi .

Rep: Ning Rahayu(Warta Ekonomi)/ Red: Ning Rahayu(Warta Ekonomi)
Harkopnas Expo 2019 Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan KUMKM. (FOTO: Kemenkop-UKM)
Harkopnas Expo 2019 Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan KUMKM. (FOTO: Kemenkop-UKM)

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) mendukung penuh upaya penguatan peran koperasi dalam meningkatan daya saing sehingga mampu bersaing di pasar global. Salah satu upayanya, memfasilitasi promosi dan pemasaran bagi 13 koperasi unggulan pada Harkopnas Expo 2019 yang digelar pada 11-14 Juli 2019 di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah.

"Melalui event ini diharapkan masyarakat jadi lebih menyadari pentingnya kehadiran koperasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan," kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop-UKM Victoria Simanungkalit saat membuka Harkopnas Expo 2019, Kamis (11/7/2019).

Acara pembukaan ini dihadiri istri Menteri Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, dan Bupati Banyumas Achmad Husein.

Baca Juga: DWP Kemenkop-UKM Gelar Baksos di Panti Asuhan Yatim dan Duafa

KSU Nira Satria adalah salah satu koperasi bergerak di bidang produksi dan pemasaran produk gula kelapa kristal dan sudah menembus pasar Eropa dan Amerika. Selain itu, koperasi itu pada 2018 mendapat fasilitas HACCP dari Kemenkop-UKM.

"Dengan kapasitas produksi hingga 60 ton per bulan, Koperasi Nira Satria memiliki pangsa pasar 90% ekspor dan 10% domestik," ungkap Victoria.

Selain itu, lanjut Victoria, ada Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Purworejo yang memiliki produk unggulan Crystal Coconut Sugar, Coconut Cooking Oil, dan Virgin Coconut Oil. Melalui pendampingan Kemenkop-UKM dan Kotra Korea, produk gula kristal organiknya diekspor ke Sri Lanka, Australia, dan ekspor produk VCO ke Jepang. Pada 2017, Kopwan Srikandi mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI atas perannya menggerakan dan memberdayakan perekonomian masyarakat.

Koperasi lain yang juga mendapatkan fasilitas dari Kemenkop-UKM, antara lain KSU Karika yang memasarkan produk Carica dan telah merambah pasar Thailand, Kanada, dan Pakistan. Juga ada Koperasi Peternakan Sarono Makmur yang pada 2013 mendapatkan penghargaan sebagai Kelembagaan Ekonomi Berprestasi Tingkat Nasional dari Kementerian Pertanian.

Tak ketinggalan, Koperasi Berkah Multi Generasi yang tahun ini berhasil memperoleh penghargaan Ketahanan Pangan Nasional. Koperasi Pemasaran Wirausaha Inti Nusantara yang merupakan binaan GKN Indonesia mempunyai produk-produk kualitas unggulan dari masing-masing daerah. 

"Koperasi lainnya adalah Koperasi Desmigratif Mandiri Jaya yang merupakan koperasi yang sebagian besar anggotanya merupakan immigrant worker yang pernah bekerja di luar negeri," jelas Victoria.

Selain ketujuh koperasi di atas, masih ada enam koperasi lain yang membantu dalam pemasaran produk anggotanya, antara lain Koppas Gema Center Rawabening, KSU Yasuka, Koperasi Gemah Sumilir, KSU Ikatan Pengrajin Sleman (Ikapim), Koperasi Pemasaran UMKM Maju Sejahtera, dan Koperasi Kebon Indah.

Baca Juga: BI Ajak 337 UMKM Binaan Pamer Produk di KKI 2019

Victoria menyampaikan, saat ini merupakan keharusan meningkatkan daya saing produk agar berdaya di perdagangan global. "Itu perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran koperasi sebagai kekuatan, ketahanan, sekaligus roda penggerak perekonomian nasional," kata Victoria.

Sementara Bupati Banyumas Achmad Husein mengungkapkan bahwa di wilayahnya ada sekitar 2,3 juta pohon kelapa dengan produk gula kelapa yang sudah diekspor senilai Rp200 miliar per tahun.

"Hanya saja, usaha tersebut belum diwadahi koperasi yang komprehensif, masih dikelola koperasi yang kecil-kecil. Itu tantangan bagi kami di Banyumas," ucap Bupati Banyumas.

Achmad Husein akan mendorong Gerakan Koperasi di Banyumas untuk membentuk koperasi primer yang besar untuk mengelola industri gula kelapa. "Tujuannya, agar bisa menolong petani kelapa yang banyak terjerat utang yang tak kunjung bisa terselesaikan," pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement