Jumat 05 Jul 2019 15:39 WIB

Pembangunan Sektor Pertanian Menggembirakan

Berbagai indikator dan data resmi menunjukkan lonjakan kinerja di bidang pertanian.

Red: EH Ismail
Penyedotan Air Untuk Pertanian. Warga meyedot air menggunakan pompa di tepi Telaga Merdada, kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019).
Foto: Republika/ Wihdan
Penyedotan Air Untuk Pertanian. Warga meyedot air menggunakan pompa di tepi Telaga Merdada, kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Politik Kebijakan Pangan, Razikin Juraid mengatakan keberhasilan Kementan selama pemerintahan Jokowi-JK patut diakui semua pihak. Tak ayal, mampu memposisikan pertanian dan petani di posisi terhormat, sehingga pertanian Indonesia saat ini semakin menggeliat dan disegani dunia.

Oleh karena itu, pria yang menjabat sebagai Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah ini menuturkan siapa bilang sektor pertanian saat ini tidak menggeliat dan tidak pro-kerakyatan. Sebab, berbagai indikator dan data resmi menunjukkan lonjakan kinerja.

"Kalau ada pengamat yang tak paham pertanian, sangat disayangkan. Ini usul saja, kalau komentar ya jangan tendensius dan jangan sampai ada pesanan dari mafia. Lebih baik fokus mengurusi bisnis daging ternak dan masalahnya. Pertanian itu luas, kalau tak memahami data, saran saya tidak usah mengamati," ujar Razikin Juraid Pengamat Politik Kebijakan Pangan, di Jakarta, (5/7). 

photo
Pekerja menyemprot bibit tanaman buah di persawahan desa Tanjunganom, Salaman, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019).

Perlu diketahui, Ketua Majelis Pakar Dewan Koperasi Indonesia Teguh Boediyana mengatakan sektor pertanian sejauh ini tidak menggeliat sehingga mengakibatkan koperasi rakyat lesu.

"Saya doakan moga moga saudara Teguh Boediyana tidak ada masalah di KPK, demikian juga bagi mereka yang ditahan di KPK cepet selesai masalahnya," kata Razikin.

Menurut Razikin, semua pihak termasuk pengamat mestinya bijaksana dalam mengamati perkembangan pembangunan sektor pertanian. Apabila sektor lain kurang berkinerja, sebaiknya jangan dilimpahkan kelemahannya ke sektor pertanian. 

"Mestinya sektor lain bersinergi sehingga bisa saling menguatkan kinerjanya," cetusnya.

Fakta keberhasilan pembangunan pertanian saat ini dapat dilihat dari data BPS, sangat gamblang menunjukkan sektor pertanian semakin bergairah. Misalnya kurun waktu lima tahun terakhir ekspor naik 26,9 persen. 

PDB sektor pertanian mampu menembus Rp 1.328,4 triliun. Inflasi pangan sekarang stabil, dulu 2014 10,57 persen turun 2017 menjadi 1,26 persen, ini kondisi inflasi pangan terbaik karena di saat yang sama kemiskinan di pedesaan menurun drastis.

“Masyarakat juga merasakan sendiri harga-harga pangan relatif stabil, bahkan pada saat hari raya tiga tahun terakhir tidak ada gejolak harga yang berarti,” bebernya.

Berangkat dari capaian inj, Razikin menilai justru program pertanian sangat pro-petani. Mekanisasi besar-besaran untuk petani, perbaikan infrastruktur irigasi, bantuan benih dan pupuk ke petani, juga mengembangkan Toko Tani Indonesia untuk memotong rantai pasok dan memperpendek disparitas harga di petani dan konsumen.

"Petani kecil sangat senang dengan program programnya, bahkan sekarang sudah ke arah korporasi petani. Contoh satu program yang juga dirasakan petani adalah asuransi usahatani dari ancaman puso gagal panen," terangnya.

Capaian lainnya, kata Razikin, juga terlihat jelas dari prestasi memperoleh penghargaan anti gratifikasi dua tahun berturut-turut dari KPK-RI. Tentu prestasi ini bukan hasil kerja sendiri, tapi bersama semua pihak.

"Namun setidaknya Mentan Amran telah melakukan bersih-bersih ke internal kementerian yang dipimpinnya dan memerangi mafia pangan," tegas Razikin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement