Rabu 22 May 2019 17:23 WIB

Bulog Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat

Ketersediaan beras premium di gudang Bulog mencapai 1.577 ton.

Pekerja mengangkut stok beras BULOG untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre BULOG Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019).
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Pekerja mengangkut stok beras BULOG untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre BULOG Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Bulog Subdrive 4 Banyumas, menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di wilayah eks Karesidenan Banyumas mencukupi. Tidak hanya beras saja, melainkan juga komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir dan terigu.

''Untuk ketersedian beras, sampai saat ini di gudang Bulog ada sebanyak 1.577 ton beras premium. Demikian juga untuk gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu, semuanya mencukupi. Untuk gula pasir, tiap minggu kita di drop 30 ton sehingga ketersediaannya sangat cukup,'' jelas Kepala Bulog Subdrive 4 Bayumas, Tony Supriyadi, Rabu (22/5).

Baca Juga

Bila ada beberapa komoditas yang stoknya kurang mencukupi, Tony menyatakan, Bulog akan segera melakukan pengadaan, dikarenakan mekanismenya bisa langsung beli dan jual ke masyarakat. Dengan kondisi seperti ini, Tony optimistis harga kebutuhan pokok masyarakat ke depan akan tetap terkendali.

''Harga daging sapi di pasar, saat ini harganya memang mencapai Rp 140 ribu per kilogram (kg). Untuk itu, Bulog memberikan alternatif dengan menjual daging kerbau beku seharga Rp 80 ribu per kg,'' katanya.

Dalam program pengendalian harga ini, Tony menyatakan, Bulog juga bekerja sama dengan Pemkab Purbalingga dengan melaksanakan kegiatan pasar murah di beberapa tempat. ''Pada tahun ini, rencananya ada 6 kegiatan pasar murah. Di dua kecamatan, digelar sebelum Ramadhan, sedangkan di 4 kecamatan lainnya digelar pada bulan Ramadhan,'' katanya.

Menyinggung soal kegiatan operasi pasar, Tony mengaku hingga saat ini belum akan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ini mengingat harga kebutuhan pokok masih terkendali.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement