Senin 20 May 2019 06:02 WIB

Google Tangguhkan Sejumlah Bisnisnya dengan Huawei

Huawei masuk daftar perusahaan yang dianggap mengancam kepentingan nasional AS

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya
Google di Cina
Foto: Reuters
Google di Cina

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Induk usaha Google, Alphabet Inc, menangguhkan bisnisnya dengan Huawei mulai Ahad (19/5) waktu setempat. Penangguhan tersebut mengharuskan pemindahan perangkat keras dan produk perangkat lunak kecuali yang dicakup oleh lisensi sumber terbuka.

Penangguhan tersebut berarti Huawei Technologies Co Ltd akan segera kehilangan akses ke pembaruan untuk sistem operasi Android. Tak hanya itu, versi berikutnya dari smartphone di luar Cina yang juga akan kehilangan akses ke aplikasi dan layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail.

Baca Juga

Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, rincian layanan spesifik masih dibahas secara internal di Google. Sementara, pengacara Huawei juga masih mempelajari dampak dari tindakan Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) dalam keputusannya terhadap perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga di dunia ini.

Kendati demikiam, Huawei akan terus memiliki akses ke versi sistem operasi Android yang tersedia melalui lisensi sumber terbuka yang secara bebas terbuka untuk siapa saja yang ingin menggunakannya. Namun Google akan berhenti memberikan dukungan teknis dan kolaborasi apapun untuk Android dan layanan Google kepada Huawei di masa mendatang.

Pemerintah AS sebelumnya telah memasukkan Huawei dan 70 afiliasi lainnya ke dalam 'daftar entitas' perusahaan yang dianggap mengancam keamanan nasional atau kepentingan kebijakan luar negeri. Pemerintahan Donald Trump secara resmi menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangan, sehingga perusahaan-perusahaan segera memberlakukan pembatasan kepada Huawei yang akan membuat sulit bagi raksasa teknologi untuk melakukan bisnis dengan perusahaan AS.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement