Selasa 07 May 2019 12:47 WIB

PHE ONWJ Siap Ngebor Lapangan YY

Anjungan YYA telah terpasang di perairan Pantai Utara Jawa Barat siap pengeboran.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
General Manager Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Siswantoro M. Prasodjo (kedua kiri), Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Agung Yuysgiantoro (kedua kanan), Direktur Development Pertamina Hulu Energi Afif Saifudin (kanan) dan Direktur Operasi PT Meindo Elang Indah Bambang Sucipto (kiri) berbincang bersama di sela acara pelepasan pelayaran (Sail Away) Anjungan YYA PHE ONWJ di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (25/3/2019).
Foto: Antara/Risky Andrianto
General Manager Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Siswantoro M. Prasodjo (kedua kiri), Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Agung Yuysgiantoro (kedua kanan), Direktur Development Pertamina Hulu Energi Afif Saifudin (kanan) dan Direktur Operasi PT Meindo Elang Indah Bambang Sucipto (kiri) berbincang bersama di sela acara pelepasan pelayaran (Sail Away) Anjungan YYA PHE ONWJ di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (25/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam upaya peningkatan produksi mineral dan gas bumi (migas) nasional, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sebagai kontraktor kontrak kerja sama di bawah pengawasan SKK Migas, melakukan percepatan pengembangan Lapangan YY. Setelah seremoni akhir Maret lalu, Anjungan YYA kini telah terpasang di perairan Pantai Utara Jawa Barat dan siap memasuki tahap pengeboran.

 Proses instalasi pemasangan Anjungan  YYA dimulai sejak 8 April 2019. Anjungan tersebut menempuh perjalanan sekitar 1.700 kilometer dari Handil Kutai Kertanegara ke titik instalasi di perairan utara Jawa Barat. Setelah itu dilanjutkan dengan  proses pemancangan (piling), pemasangan boat landing, pemasangan riser, dan terakhir dilakukan pemasangan topside serta debris survey untuk kesiapan pemboran yang diselesaikan pada tanggal 29 April 2019.

Baca Juga

Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin, menjelaskan proyek Lapangan YY ini adalah salah satu proyek yang secara ketat dipantau SKK Migas karena akan onstream tahun ini dan memberikan kontribusi dalam mencapai target produksi. “Sehingga apabila dimungkinan kita akan mendorong agar proyek ini dapat selesai lebih cepat," tegas Afif.

GM PHE ONWJ, Slamet Susilo menjelaskan sejak dimulainya tahap pabrikasi di bulan Agustus 2018, hingga instalasi di bulan April 2019, milestone pengembangan Lapangan YY diharapkan memenuhi OTOBOSOR (on time, on budget, on scope dan on return).

"Selain itu, kami selalu mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan dan lindung lingkungan dalam pelaksanaannya,” tambah Slamet.

Proyek dengan alokasi biaya 85,4 juta dolar dengan potensi cadangan minyak dan gas yang cukup besar mencapai 4 MMBO dan gas 21,2 BSCF direncanakan berproduksi pada akhir September 2019. Diharapkan nantinya Lapangan YY akan menyumbang tambahan produksi minyak sebesar 4.065 BOPD dan gas bumi mencapai  25,5 MMSCFD di kepala sumur.

Produksi dari Lapangan YY akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement