Sabtu 27 Apr 2019 00:20 WIB

Halal Park akan Hadirkan Suasana Kota Mekkah dan Madinah

Halal Park menyediakan berbagai tempat berjualan dan co-working space

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Halal Park. Maket Halal Park di kawasan GBK Senayan ,Jakarta, Jumat (26/4).
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Halal Park. Maket Halal Park di kawasan GBK Senayan ,Jakarta, Jumat (26/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung penuh program Halal Park untuk mengembangkan industri halal di Indonesia. Rencananya, Halal Park di Indonesia akan dibentuk seperti Halal District yang terinspirasi dari Mekkah dan Madinah.

PT Wijaya Karya (WK) yang merupakan perusahaan konstruksi milik negara, akan memainkan peran penting dalam bidang konstruksi dan realty. WK akan mengembangkan Halal District seluas 2 juta meter persegi dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar.

Baca Juga

"Kami menyediakan desain dan terkait pembangunan ke depan. Insha Allah dalam dua tahun ke depan, tempat ini akan terwujud," ujar Direktur SDM dan Pengembangan Bisnis PT Wijaya Karya Novel Arsyad dalam konferensi pers di Halal Park, GBK, Jumat (26/4).

Halal Park yang diluncurkan pada pertengahan April 2019 ini menyediakan berbagai tempat berjualan dan co-working space. Adapun konsep Halal District ini akan memberikan nuansa seperti mengunjungi Makkah dan Madinah. Di antaranya Masjid Kudus yang merupakan representasi Makkah.

Selain itu, juga akan dibangun jalur pejalan kaki yang menghubungkan satu bangunannya ke bangunan lain yang terinspirasi dari tawaf, Green Plaza Central sebagai lokasi sosialisasi ala konsep Plaza Makkah, dan bangunan Rumah Minang dan Terawang yang mewakilkan Masjid Nabawi.

Novel menjelaskan, konsep Halal District itu akan mengakomodir fesyen, makanan, turisme, dan sekolah. Keempatnya mengarah ke halal lifestyle dan melibatkan berbagai kementerian seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

"Nantinya kita tak mungkin hanya sendiri, pasti kementerian lain pasti akan berkomunikasi membuat halal lifestyle ini bisa terjadi," katanya.

Staf Khusus III Menteri BUMN RI Wianda Pusponegoro menambahkan, sebanyak 25 perusahaan BUMN akan melakukan kolaborasi untuk melaksanakan berbagai event mulai dari jelang Ramadhan hingga Oktober 2019 mendatang.

"Kami akan melakukan berbagai macam event setiap jumat - minggu untuk mempromosikan Halal Park ini," kata Wianda.

Wianda mengatakan, Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir. Tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement