Jumat 12 Apr 2019 15:03 WIB

Bawang-bawangan Masih Jadi Penyumbang Inflasi

Pekan kedua April tercatat inflasi sebesar 0,25 persen.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Buruh tani memanen bawang merah di Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Senin (18/2/2019).
Foto: Antara/Syaiful Arif
Buruh tani memanen bawang merah di Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Senin (18/2/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok bawang-bawangan masih jadi penyumbang inflasi. Menurut survei harga pekan kedua bulan April Bank Indonesia, inflasi bawang merah secara month to month (mtm) tercatat 18 persen, naik daripada bulan sebelumnya yang 15,5 persen. Inflasi bawang putih tercatat sebesar 21,6 persen.

"Ini cukup tinggi, harus kita kendalikan bawang-bawang ini, masih inflasi didominasi kelompok makanan volatil," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (12/4).

Baca Juga

Ia menyampaikan, inflasi pekan kedua April tercatat 0,25 persen secara mtm, naik dari pekan pertama April sebesar 0,21 persen (mtm). Inflasi sejak awal Januari 2019 atau year to date, tercatat 0,61 persen dan inflasi year on year (yoy) April sebesar 2,64 persen.

"Ini masih dalam batas Bank Indonesia, 2,5-4,5 persen, kami perkirakan inflasi 2019 akan berada di batas bawah proyeksi," kata dia. Inflasi bulan April mengalami kenaikan dari bulan Maret tercatat 2,48 persen secara yoy.

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar selama lima hari, sejak 12 April-16 April 2019. Kegiatan ini dalam rangka stabilitas harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan putih yang cenderung meningkat sejak Maret lalu.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan operasi pasar digelar di 46 lokasi, yaitu di 39 pasar, dua kecamatan, tiga kelurahan dan satu perumahan di wilayah Jakarta. "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar, diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujarnya saat acara 'Pelepasan Gelar Pangan Murah' di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Jumat (12/4).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement