Sabtu 23 Mar 2019 12:00 WIB

Jasa Marga Pastikan Kaji Ulang Trase Tol Pandaan-Malang

Trase akan bergesert delapan meter dari garis tengah jalan.

Petugas Badan Pelestarian Cagar Budaya(BPCB) Trowulan melakukan eskavasi di situs purbakala yang ditemukan saat pembangunan proyek jalan tol Malang-Pandaan di kilometer 35, Sekaran, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (12/3/2019).
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas Badan Pelestarian Cagar Budaya(BPCB) Trowulan melakukan eskavasi di situs purbakala yang ditemukan saat pembangunan proyek jalan tol Malang-Pandaan di kilometer 35, Sekaran, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (12/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga Tbk, melalui anak usahanya PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) memastikan akan mengkaji ulang trase Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 5. Pasalnya, ditemukan situs purbakala di lokasi itu.

"Ya, pasti kita kaji kembali trasenya. Nanti pekan depan dirapatkan dan difinalkan," kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjawab pers usai membuka Festival Jalan Tol Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Singosari, Pandaan, Jawa Timur, Sabtu (23/3).

Baca Juga

Festival Jalan Tol keempat kalinya diselenggarakan oleh BUMN itu adalah salah satu kegiatan sosialisasi sebelum sebuah ruas jalan tol dioperasikan. Festival kali ini dilakukan di sekitar Gerbang Tol Singosari pada ruas Tol Pandaan-Malang yang diisi dengan kegiatan sepeda santai 15 km dan jalan santai lima km dengan total peserta hampir 7.000 orang.

photo
Petugas Badan Pelestarian Cagar Budaya(BPCB) Trowulan melakukan eskavasi di situs purbakala yang ditemukan saat pembangunan proyek jalan tol Malang-Pandaan di kilometer 35, Sekaran, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (12/3/2019).

Senada dengan Desi, Dirut PT JPM Agus Purnomo mengatakan kajian awal trase pada Seksi 5 ruas tol itu akan bergeser sekitar delapan meter dari garis tengah jalan (center line). "Bergesernya ke arah timur menghindari situs. Berarti, di situ akan ada perencanaan baru," kata Agus .

Agus mengatakan sisi timur itu sudah mendekati lereng kali Amprong sehingga diperlukan konstruksi perkuatan. "Namun, itu tak perlu amdal baru karena masih dalam ROW (right of way) kita," kata Agus.

Jika disepakati, kata dia, maka di ruas itu akan sedikit melenceng dari disain awal, khususnya di seksi 5. "Akibatnya, target seksi 5 selesai Juni, bisa mundur 2-3 bulan," kata Agus. Proses pekerjaan konstruksi di lokasi itu telah dihentikan sejak 8 Maret hingga saat ini.

Desi dan Agus juga menegaskan keputusan final terhadap itu akan dilakukan secara bersama dengan pihak terkait.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement