Ahad 10 Mar 2019 15:50 WIB

Petani di Sukabumi Beralih Tanam Semangka dan Blewah

Sekitar 60 persen petani di selatan Sukabumi beralih menanam semangka dan blewah

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nidia Zuraya
Panen Semangka
Foto: ANTARA
Panen Semangka

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sekitar 60 persen petani yang ada di selatan Kabupaten Sukabumi beralih menanam buah-buahan seperti semangka, blewah, dan melon. Sebabnya petani menilai jenis buah-buahan akan menjadi incaran pada saat bulan Ramadhan yang akan datang.

"Setelah panen padi, sekitar 60 persen petani di Kecamatan Surade dan Jampang Kulon beralih ke buah-buahan," ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Surade H Sahlan kepada Republika, Ahad (10/3). Sementara sekitar 30 hingga 40 persen tetap menanam padi.

Baca Juga

Peralihan ini kata Sahlan disebabkan para petani berharap bisa memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan buah-buahan pada bulan puasa yang sebentar lagi akan tiba. Buah-buahan ini seringkali menjadi menu untuk berbuka puasa bagi sebagian warga.

Jenis buah-buahan yang ditanam seperti semangka, blewah, dan melon. Sementara jenis tanaman lainnya yang cukup banyak ditanam adalaha kacang kedelai.

Menurut Sahlan, produk pertanian lokal buah-buahan ini sebagian besar dipasok untuk wilayah Sukabumi dan sekitarnya serta sebagian lainnya ke luar daerah seperti Jakarta. Buah-buahan yang diproduksi Sukabumi ini tidak kalah kualitasnya bila dibandingkan dari daerah lain.

Sahlan menuturkan, kebiasaan menanam buah-buahan menjelang bulan puasa ini sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Harpannya para petani bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan ketika memasuki bulan puasa. Hasil ini akan ditambah dengan panen padi yang juga ditanam oleh sebagian petani.

Lebih lanjut Sahlan menuturkan, peralihan jenis tanaman dari padi ke buah-buahan atau palawija disebabkan pula oleh faktor cuaca. Di mana guyuran hujan di wilayah selatan Sukabumi tidak merata. Padahal areal persawahan padi di selatan Sukabumi sangat tergantung sarana pengairannya pada turunnya hujan atau sawah tadah hujan.

Wilayah selatan Sukabumi lanjut Sahlan bisa menjadi potensi untuk pengebangan agrowisata. Pasalnya di daerah ini banyak terdapat produk pertanian lokal yang kualitasnya unggul dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

Saat ini belum teroptimalkan promosinya kepada masyarakat luas. Ke depan potensi agrowisata ini dapat lebih dimaksimalkan dengan adanya promosi dari pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat menambahkan, Pemkab Sukabumi tengah serius melakukan pengembangan kawasan buah-buahan. Misalnya tanaman pisang yang dipusatkan di selatan Sukabumi terutama di sekitar kawasan Geopark Ciletuh atau Pajampangan.

Jenis buah lainnya yakni manggis yang sudah sejak lama dikembangkan di Sukabumi terutama di Kecamatan Cikembar dan daerah sekitarnya. Buah-buahan lainnya yang menjadi unggulan Sukabumi adalah mangga dan durian.

Menurut Sudrajat, pemeliharaan komoditas tanaman buah-buahan ini harus dilakukan dengan baik. Terutama dari serangan hama atau organisme penganggu tanaman (OPT).

Sudrajat menerangkan, pemerintah berharap pengembangan kawasan buah-buahan ini dapat menjadikan Sukabumi sebagai sentra penghasil buah-buahan. Terlebih selama ini buah-buahan dari Sukabumi sudah dipasok untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.

Misalnya durian yang dihasilkan di Kecamatan Cikakak. Di mana buah tersebut biasanya sudah dipesan oleh warga di luar Sukabumi khususnya Jakarta. Meskipun buah itu masih berada di pohon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement