Kamis 07 Mar 2019 21:43 WIB

Total Aset BUMN Naik Hampir Dua Kali Lipat

Keberhasilan itu berkat kerja keras seluruh jajaran kementrian dan pengelola BUMN

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berfoto dengan pegawai BUMN (ilustrasi)
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berfoto dengan pegawai BUMN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengungkapkan, kementerian yang dipimpinnya berhasil meningkatkan aset dan keuntungan selama empat tahun terakhir. 

 

Baca Juga

Hal itu diungkapkan Rini di depan ratusan santri yang memenuhi GOR Mbah Muqoyim di Komplek Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/3). Dia hadir untuk memberi motivasi pada acara Workshop Santripreneur yang digelar oleh Yayasan Pondok Buntet Pesantren.

 

Rini menyebutkan, total aset BUMN pada akhir 2014 lalu tercatat berada pada posisi angka Rp 5.200 triliun. Sedangkan sampai akhir 2018, aset BUMN melonjak menjadi Rp 8.100 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan hampir dua kali lipat. "Iya, Alhamdulillah," kata Rini.

 

Rini mengungkapkan, keberhasilan itu diperoleh berkat kerja keras seluruh jajaran kementrian dan para pengelola di tiap-tiap BUMN. Pada akhir 2019, pihaknya menargetkan aset tersebut bisa mencapai Rp 10 ribu triliun. Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai.

 

Tak hanya melontarkan soal kenaikan aset, Rini juga menyebutkan kenaikan keuntungan yang diraih BUMN sejak dirinya memimpin kementerian tersebut. Dia menjelaskan, total keuntungan BUMN yang semula Rp 147 triliun pada 2014, naik menjadi Rp 188 triliun pada akhir 2018.

 

"Auditnya masih berjalan. Kalau sudah selesai, total keuntungan bisa lebih dari Rp 188 triliun," tegas Rini.

 

Rini menambahkan, selain memberikan keuntungan, BUMN-BUMN itu juga dalam keadaan sehat. Selama empat tahun terakhir ini, BUMN pun memiliki kontribusi besar dalam mendukung kebijakan pemerintah, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan tol.

 

Semula, panjang ruas jalan tol di Indonesia sejak merdeka di tahun 1945 sampai akhir 2014, hanya  720 kilometer. Namun memasuki akhir 2018, ada tambahan sepanjang 780 kilometer. "Target sampai akhir 2019 ini ada tambahan 500 kilometer," terang Rini.

 

Rini menyatakan, keberadaan jalan tol memberikan manfaat yang sangat besar. Selain modal bagi pertumbuhan ekonomi, juga bisa meningkatkan perekonomian rakyat.

Dalam kesempatan itu, Rini juga memberikan motivasi kepada ratusan santri yang hadir agar dapat meraih sukses. Dia menyebutkan, kesuksesan bisa diraih dengan etos kerja yang baik, di antaranya fokus, kerja keras, disiplin, berintegritas tinggi, jujur dan detil.

Sementara itu, kehadiran Rini dalam acara tersebut disambut langsung oleh Pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon, KH Adib Rofiuddin serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Dia juga hadir bersama sejumlah direksi di kementriannya, di antaranya para direktur utama BUMN seperti BNI, Bank Mandiri, BRI, PT RNI, PT Wika dan Telkom. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement