Rabu 13 Feb 2019 08:27 WIB

Sultan Brunei Puji Varietas Padi dari Indonesia

Panen perdana padi asal Indonesia mencapai 6,5 ton gabah kering giling per hektare

Red: EH Ismail
Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah saat menghadiri panen raya padi Hibrida Vaerietas Sembada 188
Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah saat menghadiri panen raya padi Hibrida Vaerietas Sembada 188

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Brunei Darussalam saat ini sedang melaksanakan panen raya padi Hibrida Varietas Sembada 188. Panen ini menjadi penanda suksesnya kerja sama Indonesia dan Brunei di bidang pertanian. Sebab, padi Sembada merupakan padi asli Indonesia yang diproduksi oleh PT Biogene Plantation.

Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah mengatakan, panen perdana padi asal Indonesia ini diperkirakan mencapai 5,5 hingga 6,5 ton gabah kering giling per hektare atau setara dengan dua kali di atas rata-rata hasil panen varietas padi lain di negara Brunei Darussalam.

"Alhamdulillah, hasil panen diperkirakan sesuai dengan harapan. Maka itu, kedepan kita akan kembali melakukan impor benih padi Sembada 188," kata Sultan, Selasa (12/2).

Sultan mengatakan, sebaiknya benih Padi Sembada 188 segera disebarluaskan ke semua petani di Brunei Darussalam untuk meningkatkan ketahanan pangan negeri petro dollar itu.

"Saya berharap segera disebarluaskan," ujar Sultan yang didampingi Putra Mahkota dan kerabat Diraja serta para pejabat Kementerian terkait, beberapa Duta Besar asing di Bandar Seri Begawan, termasuk Duta Besar RI dan Direktur Utama PT. Biogene Plantation.

Sebagai catatan, Indonesia brhasil mengekspor padi varietas tersebut sebanyak 2 ton. Padi itu sudah disebar ke petani untuk ditanam di lahan seluas 265 hektar. Kabarnya, saat ini pihak Brunei kembali sedang dalam proses mengimpor benih sebanyak 2,5 ton untuk musim tanam mendatang.

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko mengatakan, kesempatan ini sebaiknya mampu diikuti dengan masuknya produk-produk penunjang pertanian lain seperti pupuk, traktor pengolah tanah dan pemanen padi.

"Kepercayaan Pemerintah Brunei Darussalam menjadi pemicu bagi perusahaan untuk melakukan yang terbaik. Perusahaan akan terus melakukan pengawalan dan knowledge sharing kepada para petani Brunei Darussalam bagi keberhasilan penanaman padi Sembada 188 di masa mendatang," katanya.

Sekedar diketahui, Oktober 2018 lalu, Sultan sendiri melakukan penanaman perdana benih Padi Sembada 188 dalam rangka Hari Keputeraan (Ulang Tahun) Sultan yang ke-73.

Selain kawasan Wassan Padi Field seluas 265 hektar, pihak Kementerian Sumber-sumber Utama dan Pelancongan Brunei Darussalam akan mengembangkan lahan seluas 500 hektar di kawasan Kandol, Kuala Belait.

"Nah Sembada 188 diharapkan dapat mendongkrak hasil tanam padi nasional Brunei dari 2.349 ton padi pada tahun 2017 menjadi 3.000 ton pada tahun 2018 dan 4.000 ton pada tahun 2020," pungkas Sujatmiko.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement