Rabu 06 Feb 2019 13:51 WIB

Pengembang Prediksi Pasar Properti Australia Bakal Cerah

Tahun ini ada bangkitnya kepercayaan terhadap pasar properti Australia.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda
Rekor banyaknya jumlah apartemen baru telah pengaruhi harga sewa properti di Australia.
Foto: abc
Rekor banyaknya jumlah apartemen baru telah pengaruhi harga sewa properti di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembang properti hunian di Australia, Crown Group, meyakini akan ada pertumbuhan harga properti pada 2019. Hal ini karena didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, dan kurangnya pasokan hunian baru, serta sektor pendanaan bagi para pengembang.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan bahwa ia meyakini kepercayaan akan kembali tumbuh di antara investor dan para pembeli hunian di Australia pada 2019 karena faktor ekonomi yang mendasarinya masih kuat.

"Tahun ini kita akan melihat bangkitnya kepercayaan terhadap pasar properti Australia," kata Iwan, dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Rabu (6/2).

Iwan melanjutkan, semua hal fundamental yang dibutuhkan ada untuk menopang pertumbuhan dan para pembeli bisa melihat masa depan yang cerah. Pertama, ekonomi masih sangat kuat, Crown memiliki rekor dunia untuk pertumbuhan ekonomi yang konsisten selama 28 tahun, dengan rata-rata sekitar tiga persen pertahun.

"Daya beli di Australia masih sangat kuat, ditambah dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang cukup cerah. Tingkat pengangguran berada pada tingkat terendah dalam sejarah atau sebesar lima persen (ABS Des 2018) dan kami siap untuk melihat kenaikan pendapatan yang cukup signifikan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang kami miliki secara konsisten selama hampir tiga dekade," ungkap Iwan.

photo
CEO Crown Group, Iwan Sunito

Iwan mengatakan, ini akan meningkatkan daya beli yang lebih besar. Suku bunga berada pada level terendah yang pernah ada, dengan Reserve Bank yang menetapkan suku bunga sebesar 1,5 persen pada  Februari 2019 dan inflasi tetap rendah, serta stabil pada kisaran 1,8 persen.

Crown Group telah mengembangkan proyek-proyek hunian apartemen kelas atas di Sydney selama 22 tahun. Perusahaan telah menyaksikan biaya pengembangan yang meningkat dari tahun ke tahun, tanpa ada tanda-tanda akan segera berkurang.

Biaya pinjaman untuk pengembang telah naik, biaya bahan bangunan meningkat dan waktu untuk memulai proyek off the ground lebih lambat. Diperlukan waktu lebih lama untuk memenuhi permintaan presales yang dibutuhkan bank, yang menambah tekanan pada keseluruhan biaya.

"Selain itu, ada keterbatasan lahan yang tersedia di kota-kota utama Australia untuk proyek-proyek pembangunan, yang memperketat pasokan. Sebagai hasilnya, kami berharap kami akan melihat harga apartemen terus naik pada tahun 2019, dengan pertumbuhan satu digit untuk properti di lokasi yang tepat dan pengembangan yang tepat," ujar Iwan.

Orang-orang selalu bertanya kepada dirinya, kapan waktu terbaik untuk membeli. Dan jawaban Iwan selalu sama, yakni 20 tahun yang lalu. Pelajarannya adalah, Anda tidak akan pernah bisa memilih waktu yang salah untuk membeli, jika Anda memilih di lokasi yang tepat, dan membeli untuk masa depan.

"Alasannya adalah bahwa Anda tidak pernah bisa mengganti apa yang dapat Anda bangun hari ini dengan harga yang sama, biaya membangun sesuatu yang baru akan selalu naik," kata Iwan

Sementara itu, Head of Major Project Sales Crown Indonesia, Herman Suwito, mengatakan Australia adalah negara yang memiliki ekonomi yang stabil. Bagi investor, kondisi saat ini merupakan peluang untuk melakukan investasi yang akan berbuah dalam jangka panjang.

"Melihat kondisi ekonomi Australia yang relatif stabil dan kemampuan daya belinya, kita akan melihat pasar properti Australia tumbuh pada tahun 2019," kata Herman.

Crown Group saat ini sedang menyelesaikan empat proyek apartemen utama di Sydney di antaranya, Infinity by Crown Group, Waterfall by Crown Group, Eastlakes Live by Crown Group dan Mastery by Crown Group. Dan pada 2019, Crown Group akan mulai mengembangkan proyek-proyek terbarunya di Brisbane, Melbourne, Los Angeles, dan Jakarta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement