Jumat 25 Jan 2019 10:56 WIB

Puluhan Ribu Ton Jagung Impor Masuk Jatim

Jagung impor didistribusikan sebagai bantuan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih
jagung
jagung

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Sebanyak 26 ribu ton jagung impor dari Brasil masuk ke Jawa Timur, dan rencananya akan didistribusikan sebagai bantuan bagi peternak di berbagai daerah. Kepala Divisi Regional Bulog Jatim, Muhammad Hasyim mengatakan, jagung impor itu tiba di Surabaya pada Rabu (23/1), dan langsung didistribusikan sebagai bantuan.

Adapun rincian distribusi bantuan antara lain sebanyak 50 truk dikirim ke Bogor, 100 truk ke Kendal dan Jawa Tengah, serta 100 truk ke Blitar, Malang, dan beberapa daerah di Jatim. "Dengan bantuan jagung ini kami harap para peternak di berbagai daerah tidak gelisah lagi, karena stok sudah ada," kata Hasyim di Surabaya, Jumat (25/1).

Hasyim menjelaskan, jagung impor yang masuk ke Jatim adalah bagian dari program impor 100 ribu ton selama 2018, yang tujuannya untuk menekan harga telur melalui bantuan pakan ternak yang murah. Hasyim memastikan, masuknya jagung impor ke Jatim ini juga tidak akan mengganggu keberadaan jagung dalam negeri.

"Puncak panen jagung dalam negeri diperkirakan akhir Maret ini. Dan tidak akan saling menggangu, karena keberadaan jagung impor sudah ada wilayah distribusinya," katanya.

Jagung impor tersebut, kata dia, dijual oleh Bulog dengan harga dibawah pasar sekitar Rp 4.000, sedangkan harga pasar kisaran Rp 5.600 sampai Rp 5.700. Hasyim menjelaskan, masuknya total 100 ribu ton jagung impor dari Brasil dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama sebanyak 73 ton, dan telah tiba di Jakarta dan Surabaya pada Desember 2018. Kemudian, saat ini kembali tiba sekitar 26 ribu ton dan langsung didistribusikan kepada petani yang membutuhkan dan telah didata sebelumnya.   

"Pendistibusian kami lakukan bersama Satgas pangan, dan diharapkan dengan masuknya jagung impor ini akan menekan harga telur yang sempat naik," ujarny

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement