Selasa 22 Jan 2019 13:23 WIB

NTB Targetkan Investasi Rp 16 T Tahun Ini

Sektor pariwisata NTB masih mendominasi dari sisi penanaman modal.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan memaparkan potensi investasi KEK Mandalika kepada sejumlah duta besar di Kantor ITDC, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11).
Foto: republika/m. nursyamsyi
Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan memaparkan potensi investasi KEK Mandalika kepada sejumlah duta besar di Kantor ITDC, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan target sektor investasi 2019 sebesar Rp 16 triliun. Angka tersebut naik Rp 2 triliun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 14 triliun.

"Target yang kita coba kalkulasi 2019 itu Rp 16 triliun, angka ini kita dapatkan melihat dari tren-tren perizinan dua-tiga tahun terakhir," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Lalu Gita Ariadi di Mataram, NTB, Selasa (22/1).

Gita menjelaskan target yang dicanangkan sudah berdasarkan hitungan cermat dan diproyeksikan mampu terealisasi hingga akhir tahun. Gita optimistis target Rp 16 trilun dapat tercapai jika melihat tren perkembangan investasi di NTB dan juga data investor yang telah mendapatkan izin.

"Dari yang sudah mendapatkan izin ini ada yang sudah memberikan Laporan Kegiatan Penananam Modal (LKPM), kita sudah tahu trennya, memang ada juga yang belum, kita berharap yang belum mudah-mudahan pada 2019 dia akan memulai," kata Gita.

Data tersebut kemudian dihimpun dan dikalkulasi sehingga munculnya target sebesar Rp 16 triliun. Gita mencontohkan investor pada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), diharapkan memulai realisasikan rencana investasi.

"Kita melihat tren-tren izin penanamam modal yang sudah masuk, baik yang sudah merealisasikan memulai berinvestasi maupun yang akan, nah yang akan ini tugas kami nanti untuk konfirmasi rencana investasi mereka," ucap Gita.

Gita menyebutkan sektor pariwisata masih mendominasi dari sisi penanaman modal. Selanjutnya, NTB juga ingin terus mengembangkan sektor agroindustri.

"Sementara yang sudah eksis itu pertambangan, kan ada rencana smelter di Sumbawa Barat, diharapkan 2022 sudah beroperasi, kalau dia konsisten berapa nilai investasinya itu nanti," ujar Gita.

Sebagai perbandingan, dalam target investasi NTB sebesar Rp 14 triliun pada 2018, kata Gita, sampai triwulan III sudah menyentuh angka Rp 13 triliun. Dia optimistis target Rp 14 triliun akan terlampaui.

"Untuk triwulan IV ini, baru melakukan pelaporan sampai Januari akhir nanti baru dirilis, optimistis target Rp 14 trilun insyaAllah terlampaui," kata Gita menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement