Jumat 18 Jan 2019 06:05 WIB

Dituding Ambil Konsumen, Shopee: Persaingan Terbuka

Konvergensi online dan offline sebenarnya adalah fenomena yang dapat dimengerti.

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda
Pekerja melakukan aktifitas dikantor pusat Shopee Indonesia di Jakarta, Senin (14/1).
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Pekerja melakukan aktifitas dikantor pusat Shopee Indonesia di Jakarta, Senin (14/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semakin banyaknya operator ritel yang menutup gerainya disebabkan berbagai hal. Menjamurnya penjualan online maupun marketplace menjadi salah satu penyebabnya

"Di era sekarang saya rasa persaingan lebih terbuka dan adil," ujar Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto kepada Republika.co.id, Kamis (17/1).

Ia mengatakan, konvergensi online dan offline sebenarnya adalah fenomena yang dapat dimengerti. Alasannya, karena saat ini perkembangan teknologi semakin pesat.

Untuk di dunia ritel sendiri trennya adalah mengoptimalkan semua medium yang ada. Dengan begitu, kesempatan untuk menjangkau pasar serta melakukan transaksi menjadi lebih luas.

"Jadi tantangannya sekarang bagaimana kita sebagai pelaku industri bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal," ujarnya. Belum lama ini Hero Supermarket, Central Neo Soho dan Metro memilih menutup gerainya.

Sebelumnya Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan jika teknologi adalah faktor makro yang menyebabkan fenomena tutupnya ritel terjadi. Sebagai perusahaan, manajemen dituntut untuk mampu up to date terhadap perkembangan yang terjadi.

"Setiap pengusaha harus membuat dirinya selalu relevan dengan jamannya," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement