Kamis 11 Oct 2018 16:54 WIB

PM Lee Dorong Lebih Banyak Investasi ke Indonesia

Investasi di Indonesia cukup potensial.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda
Penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan MAS dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Managing Director MAS Ravi Menon disaksikan Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong dalam acara pertemuan bilateral Pemerintah RI dan Singapura di Bali, Kamis (11/10).
Foto: ojk
Penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan MAS dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Managing Director MAS Ravi Menon disaksikan Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong dalam acara pertemuan bilateral Pemerintah RI dan Singapura di Bali, Kamis (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menyepakati sejumlah kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan bersama Presiden Joko Wododo dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali. PM Lee memandang investasi di Indonesia cukup potensial, terlihat dari pesatnya perkembangan dua kawasan khusus yang dibangun atas kerja sama dua negara, yakni Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauan Riau dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah. 

Menindak lanjuti kerja sama yang sempat dilakukan, kedua pemimpin tersebut bertemu dalam 'Leader's Retreat' di The Laguna Hotel Nusa Dua, Kamis (11/10). Dalam pembicaraan sekitar satu jam tersebut, keduanya lebih banyak berbicara tentang kerja sama di bidang ekonomi. Sektor ekonomi menjadi bahasan penting mengingat ketidakpastian ekonomi global yang saat masih terjadi saat ini. 

"Kami menandatangani sejumlah kerjasama investasi untuk mengalirkan investasi ke Indonesia. Kami juga menyepakati MoU tentang industri 4.0 untuk hadapi revolusi yang terjadi," ujar PM Lee usai bertemu dengan Jokowi, Kamis (11/10). 

PM Lee secara khusus menyampaikan pandangan positifnya tentang Kendal Industrial Park di Jawa Tengah yang mampu menarik 43 perusahaan untuk menanamkan modalnya, plus aliran dana investasi jutaan dolar AS. Belum lagi, lanjutnya, potensi penambahan tenaga kerja hingga lebih dari 5.000 orang. 

"Nongsa Digital Park di Batam diresmikan tahun lalu. Kami melanjutkan diskusi apa saja yang bisa dilakukan. Kami juga berbicara kemungkinan insentif yang diberikan kepada investor yang akan menanamkan modal di Kendal dan Nongsa," jelas PM Lee. 

Indonesia dan Singapura juga menyepakati kerja sama swap dan repo antar-bank sentral kedua negara. Nantinya, swap dan repo dilakukan antara Bank Indonesia dan Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) senilai 10 miliar dolar AS. Presiden Jokowi menyampaikan, kerja sama kerja sama yang dilakukan oleh kedua bank sentral ditempuh untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.

Baca juga, Indonesia-Singapura Sepakati Kerja Sama Swap dan Repo

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement