Jumat 05 Oct 2018 15:48 WIB

Konstruksi Tol Pandaan-Malang Rampung Awal Desember

Untuk konstruksi awal pembangunan tol Pandaan-Malang terdiri atas lima seksi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolanda
Pintu keluar tol Pandaan-Malang seksi I, Karanglo Malang
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pintu keluar tol Pandaan-Malang seksi I, Karanglo Malang

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) menargetkan pengerjaan untuk konstruksi awal rampung pada Desember 2018. Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Purnomo berharap, konstruksi awal tol tersebut mulai beroperasi Januari 2019.

"Apalagi, pengadaan lahan untuk pengerjaan tol Pandaan-Malang saat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen dari total lahan," kata Agus saat ditemui di Surabaya, Jumat (5/10).

Agus menjelaskan, sampai akhir September 2018, pengerjaan konstruksi Jalan Tol Pandaan-Malang untuk seksi 1 mencapai 87,157 persen. Kemudian, untuk seksi 2 mencapai 63,118 persen, Seksi 3 sekitar 75,188 persen, seksi 4 mencapai 47,532 persen, dan 23,112 persen untuk Seksi 5.

Untuk konstruksi awal pembangunan tol Pandaan-Malang terdiri atas lima seksi. Yakni, Seksi 1 yang menyambungkan Pandaan hingga Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer, Seksi 2 Purwodadi-Lawang 8,05 kilometer, Seksi 3 Lawang-Singosari 7,10 kilometer, Seksi 4 Singosari-Pakis 4,75 kilometer, dan Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer.

"Saya yakni, dalam waktu tidak lama jalan tol ini akan beroperasi, sebab Seksi 1 sampai 3 ditargetkan tahap konstruksi selesai awal Desember tahun ini dan dapat beroperasi pada Januari Tahun 2019," ujar Agus.

Agus meyakini, setelah beroperasi Jalan Tol Pandaan-Malang akan membawa dampak ekonomi bagi pengguna jalan tol serta lingkungan sekitar. Selain itu, tol tersebut juga diyakininya akan memperaingkat jarak tempuh, terutama dari Surabaya menuju Malang.

"Kalau sekarang dari Surabaya ingin ke Batu untuk liburan bisa memakan waktu lima sampai enam jam di saat liburan. Nanti, setelah lewat tol mungkin tidak sampai satu jam dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam," kata Agus.

Agus optimistis, dengan adanya tol potensi pendapatan pelaku UKM dan kuliner di sekitar daerah wisata akan meningkat. Tidak terkecuali pelaku usaha penginapan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement